Berita Tarakan Terkini

Oktober Dijadwalkan Tahap Keempat Pencairan PKH di Tarakan, Bantuan Ini Bisa Atasi Masalah Stunting

Seluruh keluarga penerima manfaat (KPM) di kecamatan Kota Tarakan Kalimantan Utara Oktober dapat mencairkan bantuan sebesar Rp 750 ribu.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ DOKUMENTASI AGUNG-ISTIMEWA
Aktivitas edukasi penanganan stunting di Kelurahan Pantai Amal digelar pada Kamis (8/9/2022) kemarin. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Ditargetkan Oktober 2022 mendatang, pencairan bantuan PKH  di Tarakan sebesar Rp 750 ribu akan direalisasikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh kecamatan yang ada di Kota Tarakan. Kalimantan Utara.

Saat ini pencairan PKH sudah masuk di tahap ketiga dan sudah dicairkan sejak Juli 2022 kemarin. Ini disampaikan Pendamping Program PKH dari Dinas Sosial dan Penanganan Stunting yang bertugas di Tarakan Timur Kota Tarakan, Arif.

Ia menjabarkan total per KPM menerima Rp 750 ribu khususnya bantuan PKH atau Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Tarakan Timur.

Baca juga: Rakorteknas Ditjen PKH, Wabup KTT Hendrik Harap Pelaku Usaha Giat Gerakkan Ekonomi di Tana Tidung

“Sebarnya, Rp 3 juta hitungannya per tahun. Cuma dibagi empat. Pencairan empat kali. Tahap satu di Januari, tahap dua di bulan April, tahap tiga di bulan Juli dan tahap empat di bulan Oktober,” ungkap Arif.

Saat ini lanjutnya pencairan sudah memasuki tahap ketiga. Selain batuan PKH juga ada bantuan komponen khusus KPM yang memiliki balita.

Baca juga: Bertemu Deddy Sitorus, Warga Tarakan Curhat Soal Jalan, Bantuan PKH, hingga Minta Motor Sampah

“Jadi itu bantuan khusus PKH berupa duit bisa ditarik. Per komponen. Dalam PKH itu ada beberapa komponen dikategorikan.Kalau misalnya ada balitanya maka dia akan mendapatkan Rp 750 ribu,” ujarnya.

Adapun komponen yang ada di antaranya komponen terdiri pendidikan, komponen kesehatan, komponen kesejahteraan sosial. Untuk komponen pendidikan terhitung anak-anak peserta PKH yang masih berstatus memiliki anak SMA, SMP dan SD.

Arif, Pendamping Program PKH dari Dinas Sosial dan Penanganan Stunting yang bertugas di Tarakan Timur Kota Tarakan
Arif, Pendamping Program PKH dari Dinas Sosial dan Penanganan Stunting yang bertugas di Tarakan Timur Kota Tarakan (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

 

“Masing-masing jumlah bantuan diterima berbeda,” ujarnya.
Kemudian, komponen kesehatan, jika terdapat balita, maka ditekankan khusus balita lebih besar jumlah bantuannya di sisi lain juga mendapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). BPNT ini merupakan bantuan sembako.

“Nanti mereka dapat voucher belanja seharga Rp 200 ribu per bulan dan nanti mereka bisa belanjakan voucher mereka di warung yang sudah ditetapkan baik dari dinas dan agen bank yang ditunjuk,” ujarnya.

Baca juga: Cair Desember 2021, Cek Penerima Bansos PKH Terbaru, Buka Laman cekbansos.kemensos.go.id

Ia melanjutkan, dengan bantuan ini diharapkan bisa menuntaskan persoalan stunting di Tarakan. Ia mengimbau penerima manfaat bisa membelanjakan uang bantuan memenuhi gizi anak dan keluarga di dalam rumah. Pihaknya juga selama 2022 ini sudah melakukan upaya pencegahan stunting selain pemberian bantuan.

Salah satunya pada pertemuan rutin kemarin dipusatkan di Kelurahan Pantai Amal. Sasarannya rerata KPM dari Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur.

“Kemarin kami undang 60-an peserta khusus peserta penerima manfaat. Kegiatan ini sebelumnya diadakan di Juata pada Maret 2022 dan kami lanjutkan lagi di bulan ini,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(*)

penulis: Andi Pausiah

 

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved