Berita Tarakan Terkini

Sempat Terjadi Kericuhan di Lapas Kelas IIA Tarakan, Kemenkumham Kaltim: Situasi Kembali Normal

Sempat kericuhan di Lapas Tarakan,Jumadi mengatakan,pagi tadi, kondisi berjalan normal. Bahkan seluruh napisudah sama-sama melaksanakan salat Subuh.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Pantauan awak media hingga pukul 11.30 WITA, Jumat (9/9/2022) siang tadi di Lapas Kelas IIA Tarakan 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kondisi ricuh yang sempat terjadi pada pukul 01.00 WITA hingga menjelang subuh pada Jumat (9/9/2022) tadi ditanggapi pihak Kanwil Kemenkumham Kaltim.

Dikatakan Jumadi, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivas) Kanwil Kemenkumham Kaltim yang juga ditunjuk menyelesaikan kasus AN alias HN didapati berada di luar Lapas Tarakan tepatnya di Jalan Cempaka pada 3 September 2022 lalu memberikan klarifikasi kepada awak media pada Jumat (9/9/2022) siang tadi sekitar pukul 11.00 WITA.

Sebelumnya memang awak media ikut melakukan pantauan di lokasi Lapas Kelas IIA Tarakan dan tampak terlihat personel Intel Polres Tarakan, dari personel TNI, PM masih stanby di depan Lapas Kelas IIA Tarakan.

Baca juga: Lapas Tarakan Ricuh Malam Tadi, Ratusan Personel Polres Tarakan Jaga Ketat Lokasi. Ini Penyebabnya

Dikatakan Jumadi, sampai pagi tadi, kondisi terakhir sudah berjalan normal. Bahkan seluruh napi di Lapas Tarakan sudah sama-sama melaksanakan salat Subuh berjemaah tadi dan sarapan pagi bersama-sama.

“ Intinya kita membina mereka menjadi lebih baik. Keinginan kita mengembalikan kehidupan normal seperti biasa sehingga kita bisa buat keluarga di rumah merasa tenang. Alhamdulillah sekarang seperti biasa,” ungkap Jumadi didampingi Plh Kalapas Tarakan, Wagiso bersama Koordinator Penindakan dari Dirjen Kemenkumham RI.

Kembali dikonfirmasi kebenaran kericuhan yang terjadi di Lapas Tarakan, Jumadi membenrkan hal tersebut.

Baca juga: Diamankan Brimob, HN Harus Jalani 16 Tahun di Sel Lapas Tarakan, Pernah Tersandung 2 Kasus Narkotika

“Ya, tadi malam sempat terjadi kericuhan. Artinya mereka teriak-teriak. Terus ada yang sempat keluar dari pintu. Karena ini adalah tempat yang termasuk obyek vital, yang kita tidak ingin terjadi hal-hal diinginkan, kami minta bantuan dari rekan-rekan polres, kodim dan PM untuk hadir di sini mengamankan,” ungkap Jumadi.

Ia melanjutkan, setelah pihaknya masuk ke dalam dan mendiskusikan bersama, hasilnya oleh napi bisa dikondisikan dan semua berjalan dengan baik.

Ini dilakukan Jumadi agar menghindari hal yang tak diinginkan terjadi.

Jumadi, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivas) Kanwil Kemenkumham Kaltim saat diwawancarai awak media, Jumat (9/9/2022).
Jumadi, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivas) Kanwil Kemenkumham Kaltim saat diwawancarai awak media, Jumat (9/9/2022). (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

“Menghindari efek yang tidak-tidak, teman-teman lainnya sudah kita tarik kembali ke komando,dan sudah baik. InsyaAllah ini menjadi baik dan kita akan terus melayani mereka yang lebih baik lagi tentunya,” ujarnya.

Awak media juga menyinggung latar belakang terjadinya kericuhan apakah benar karena AN alias HN, napi kasus narkotika yang dikenal sebagai bandar besar dan terciduk personel Sat Brimob Polda Kaltara 3 September kemarin adalah adanya instruksi dari pusat melakukan pemindahan ke Lapas Nusakambangan.

“Indikasi kemarin itu sejak ada pasca kejadian kemarin, kita melaksanakan perintah pimpinan bagaimana kalau yang bermasalah ini (AN) mungkin bisa dipindah dan lain sebagainya. Tapi itu sebetulanya juga belum final. Karena kita kan datang mencari solusi terbaik dan namanya orang banyak bisa salah miss komunikasi,” beber Jumadi.

Baca juga: Warga Binaan Lapas Tarakan Diamankan Brimob Polda Kaltara, AKBP Sutrisno Hady Beberkan Kronologisnya

Sehingga ia menegaskan, pemicunya karena ada miss komunikasi yang terjadi subuh tadi. Dan hasilnya lanjut Jumadi, ia mendapat arahan terbaru untuk tidak melanjutkan rencana pemindahan AN alias HN, bandar narkoba ke Lapas Nusakambangan.

“Jadi kita pastikan ke mereka, saat ini pemindahan itu tidak ada. Karena kita juga ingin semuanya anggota kami (petugas Lapas) kerja nyaman dan mereka menjalankan masa pidana juga nyaman. Paling saya utamakan juga keluarga di rumah sana, tidak was-was karena ada juga keluarga jauh dan ada terjangkau,” papar Jumadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved