UMKM Kaltara

UMKM Kaltara, Mengolah Bawang Dayak jadi Camilan Renyah yang Gak Kalah Nikmat, Bisa jadi Oleh-oleh

Cerita Nur Miah, pelaku UMKM Kaltara yang mengolah bawang Dayak menjadi ide usaha camilan stik Bawang Dayak

Editor: Hajrah
Tangkapan Layar YouTube Tribun Kaltara Official
Pemilik Rimikas, salah satu UMKM Kaltara yang fokus mengolah berbagai produk cemilan sebagai oleh-oleh khas Kaltara. (Tangkapan Layar YouTube Tribun Kaltara Official) 

TRIBUNKALTARA.COM- Berita UMKM Kaltara, salah satu pelaku usaha di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Kaltara membuat terobosan melalui kreasi uniknya mengolah bawang Dayak jadi produk camilan.

Adapun bawang Dayak lebih umum dikenal sebagai rempah yang kaya manfaat dan kerap menjadi alternatif pengobatan herbal.

Namun kini di tangan Nur Miah, bawang Dayak disulap jadi camilan renyah nan gurih untuk menjadi produk unggulan oleh-oleh khas Kaltara.

Perlu diketahui bahwa bawang Dayak termasuk spesies bawang yang hidup di dataran tinggi antara 600-1500 mdpl.

Penampilan bawang Dayak sama seperti bawang merah pada umumnya namun lebih kecil dan memiliki warna yang lebih terang.

Diungkap Nur Miah bahwa stik bawang Dayak produksinya baru saja resmi dipasarkan bulan September ini sebagai produk terbaru dari brand Rimikas.

Sebelumnya Nur Miah sudah memproduksi sejumlah produk oleh-oleh khas Kaltara lain berupa aneka kacang.

"Yang stik bawang ini baru meluncur bulan ini, makanya digenjot promosi untuk makin memperkenalkan produknya,"kata Nur Miah saat berbincang di program Rumah UMKM YouTube Tribun Kaltara.

Ide awal Nur Miah merintis produk barunya stik bawang Dayak bermula dari tantangan salah satu pelanggannya dari luar kota.

Saat itu kata Nur Miah sang pelanggan mengaku ingin produk yang lebih khas lagi dari Kaltara.

Produk unggulan Rimikas, Stik Bawang Dayak dan Aneka Kacang cemilan khas Kaltara. (Tangkapan Layar YouTube Tribun Kaltara Official)
Produk unggulan Rimikas, Stik Bawang Dayak dan Aneka Kacang cemilan khas Kaltara. (Tangkapan Layar YouTube Tribun Kaltara Official) (Tangkapan Layar YouTube Tribun Kaltara Official)

"Jadi sebelumnya salah satu pelanggan dari luar kota bilang kalau kacang seperti yang saya produksi ini sudah sangat banyak disetiap daerah. Sehingga sang pelanggan meminta produk yang jauh lebih spesifik khas daerahnya,"kenang Nur Miah.

Dari situ kemudian Nur Miah mengaku terpacu dan memutar otak untuk membuat sebuah produk baru.

Lahirlah ide membuat camilan dari bawang Dayak.

Diakui Nur Miah bahwa alasannya terfikir dengan bawang Dayak sebab masih tidak ada kompetitor usaha yang terjun ke produk tersebut dalam bentuk camilan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved