Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Pekan Kebudayaan Daerah Tarakan Digelar 6 Oktober, Peserta tak Dibatasi, Ini Lokasi Start dan Finish

Pekan Kebudayaan Daerah Tarakan digelar 6 Oktober mendatang, peserta tak dibatasi, ini lokasi start dan finishnya: Saya suruh tambah pejalan kaki.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Pelaksanaan Pekan Kebudayaan Daerah akan dihelat 6 Oktober 2022 mendatang. Tampak kegiatan Pawai Pembangunan yang digelar oleh gabungan komunitas di Tarakan belum lama ini. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Dijadwalkan Pekan Budaya Daerah akan dilaksanakan pada Kamis (6/10/2022) mendatang. Pagi hingga siang tadi sudah dilakukan rapat persiapan Pekan Kebudayaan Daerah dan Iraw Tengkayu XI Tahun 2022 bersama seluruh stakeholders di Pemkot Tarakan, Senin (12/9/2022).

Dikatakan Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, terkait dengan persiapan Pekan Kebudayaan Daerah yang juga rangkaian dari kegiatan Festival Iraw Tengkayu, Disbudporapar Kota Tarakan menjadi leading sector pelaksanaan rangkaian Iraw salah satunya Pekan Budaya.

Khairul membeberkan, ada beberapa kegiatan yang disarankan agar bisa meramaikan even tersebut.

Pertama peserta ditambah karena kemarin hanya mobil yang mengikuti.

Baca juga: Tarakan Perdana Laksanakan Booster Kedua untuk Nakes, Dinkes Dapat Alokasi 700 Vial Pfizer

“Saya suruh tambah pejalan kaki dan sepeda rias. Motor tidak boleh karena tingkat kerawanannya cukup tinggi. Sepeda rias termasuk pejalan kaki silakan,” urainya.

Nanti mereka peserta akan dinilai tim juri termasuk ada uang pembinaan yang disiapkan walaupun nilainya tidak begitu besar.

“Semua ada kategori mobil rias, kemudian sepeda rias dan pejalan kaki. Tetapi finishnya pejalan kaki tidak sama sepeda rias dan mobil karena dipertimbangkan. Mungkin untuk pejalan kaki cuma sampai di Sebengkok depan Satrol Lantamal XIII,” beber Khairul.

Sementara untuk mobil start berangkat dari Stadion Datul Adil dan finish kembali ke Stadion Datu Adil Kota Tarakan.

Adapun lanjutnya, tidak ada batasan peserta. Namun lanjutnya ia meminta khusus budaya yang menggunakan sajam, tidak diperkenankan membawa yang asli.

“Mungkin diperbolehkan yang imitasi, replica karena kit aini budaya, dalam rangka menjaga meramaikan. Memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat,” jelasnya.

Adapun pelaksanaannya sendiri start dimulai sejak pagi karena melibatkan peserta yang banyak. Termasuk anak-anak sekolah yang ikut sudah dimulai pukul 08.00 WITA dan selesai finish siang.

Baca juga: Cek Jadwal Speedboat Kaltara Rute Tarakan-Tanjung Selor Siang Ini, Ada 8 Armada yang Berangkat

“Karena jalan kaki 10 kilometer juga lumayan. Kita mulai pagi supaya tidak terlalu panas,” urainya.

Adapun menghindari kemacetan di jalan lanjutnya akan dibuat rekayasa lalu lintas diatur Dishub Tarakan, Satpol PP dan Satlantas Polres Tarakan. Termasuk juga menjaga fasilitas yang ada jangan sampai ada menimbulkan masalah baru.

“Jaga fasum, fasilitas public, silakan jalan. Dan tidak ada tamu kehormatan. Yang atraksi silakan tampilkan,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved