Berita Tarakan Terkini

Butuh Anggaran Rp 7 Miliar, UPT Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan Usul Perluas Parkir ke Pemprov Kaltara

UPT Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan usulakan kepada Pemprov Kaltara perluas penambahan lahan parkir untuk kendaraan roda empat.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Aktivitas parkir di Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Penambahan lahan parkir khusus kendaraan roda empat yang terparkir di UPT Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan masih dalam proses usulan.

Usulan pengembangan perluasan lahan parkir khusus kendaraan roda empat ini sudah disampaikan ke Pemprov Kaltara. Adanya kebutuhan lahan parkir setelah melihat traffic arus keluar masuk kendaraan termasuk kendaraan yang kerap bermalam di dalam area pelabuhan.

Dikatakan Kepala UPT Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan, Muhammad Roswan, untuk perhitungan simulasi kebutuhan luasan lahan saat ini mencapai daya tampung sekitar 52 kendaraan.

Baca juga: Puluhan Sopir Angkot Nunukan Parkir Kendaraan di Alun-alun, Tolak Taksi Online Maxim Beroperasi

Dijelaskan Muhammad Roswan, jika saja surat edaran dari Gubernur Kaltara rutin dijalankan yakni dilakukan sterilisasi, maka niscaya akan terjadi kemacetan. Apalagi lanjutnya, di jam-jam padat mulai pukul 10.00 WITA sampai pukul 14.00 WITA.

“Makanya tidak mungkin kami tutup portal. Harus dilepas dibuka,” cetus Muhammad Roswan yang baru menjabat dua bulan sebagai Kepala UPT Pelabuhan Tengkayu Satu Kota Tarakan.

Lebih lanjut dijabarkan Roswan, lahan kosong yang ada saat ini di bagian darat sekitar 30 meter kali 200 meter persegi. Rencananya, total 150 meter x 30 meter akan digunakan untuk parkir mobil dan motor.

Baca juga: Masih Tunggu Kabar PUPR Bulungan Bangun Lahan Parkir, Pasar Buah Tanjung Selor Belum Beroperasi

“Kalau motor sebenarnya tidak begitu besar, lahan yang ada sudah cukup. Berdasarkan survei kami pun udah cukup.Cuma, motor ini banyak digunakan buruh kapal, sehingga kami siapkan lahan kosong di daerah darat supaya jangan lagi masuk ke ujung pelabuhan,” jelasnya.

Artinya jika nanti sudah ada lahan disiapkan untuk mobil dan motor, tidak ada lagi kendaraan bisa masuk ke dalam sampai ke ujung dermaga Pelabuhan Tengkayu Satu Kota Tarakan.

“Rencananya itu disimpan di zona dua namanya. Kalau dermaga itu masuk zona tiga. Itu sebenarnya daerah yang harus steril kendaraan parkir,” tegasnya.

Muhammad Roswan, Kepala UPT Pelabuhan Tengkayu Satu Kota Tarakan.
Muhammad Roswan, Kepala UPT Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Jika ini bisa direalisasikan, maka bisa mengurai kemacetan dermaga. Ia tak menampik saat ada aktivitas bongkar muat barang di ujung dermaga, kerap terjadi kemacetan. Karena memang yang ada di sana penumpang dan barang.

“Kalau sekarang mobil, mereka banyak barang mau masuk, kita tidak bisa tahan. Mereka bilang banyak barang. Jadi teman-teman lapangan kadang gak bisa tegas kecuali nanti setelah kami terapkan di zona dua itu baru akan ketat. Tidak boleh lagi masuk. Karena kami sudah siapkan parkirnya,” tegasnya seraya menambahkan, mobil penumpang jika ingin ditahan juga bingung akan disimpan atau diparkir di mana.

Pengecualian untuk bus yang memang setiap hari masuk ke lokasi ujung dermaga melakukan pelayanan.

Baca juga: Bahas Retribusi Parkir Pasar Induk, Dishub Bulungan Akan Jadwalkan Pertemuan dengan OPD Terkait

Muhammad Roswan berharap, bisa mendapat anggaran untuk pembuatan lahan parkir di wilayah darat. Pihaknya sudah pernah mencoba namun hanya menerima Rp 200 juta.

“Sedangkan di ujung saja, kami tahan, ada 400 kendaraan masuk. Itu jam sibuk. Mau suruh parkir di zona dua, kondisi tanahnya begitu, pasti dikomplain kasihan juga teman di lapangan,” bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved