Berita Nunukan Terkini

Carter Pesawat dari Malinau-Krayan Selatan, Pemkab Nunukan Kembali Salurkan Ratusan Kilogram Sembako

Carter pesawat dari Malinau-Krayan Selatan, Pemkab Nunukan kembali salurkan ratusan kilogram sembako, kirim hari ini ke Krayan berjumlah 701 Kg.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
(HO/ Hasanuddin)
Persiapan pendistribusian 701 Kg sembako dari Malinau ke Krayan Selatan menggunakan Pesawat Smart Aviation tipe Pilatus, Senin (19/09/2022), siang. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan kembali salurkan sebanyak 701 Kg sembako ke Krayan Selatan untuk 2.150 jiwa masyarakat yang terisolir karena terdampak longsor pada Selasa (06/09), malam.

Kasubid Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Hasanuddin mengatakan untuk menyalurkan bantuan ke Krayan Selatan, kali ini Pemkab Nunukan mencarter Pesawat Smart Aviation tipe Pilatus dari Malinau.

"Kami kembali melakukan pengiriman bantuan logistik ke lokasi terdampak bencana tanah longsor. Barang sembako yang kami kirim hari ini ke Krayan Selatan berjumlah 701 Kg," kata Hasanuddin kepada TribunKaltara.com, Senin (19/09/2022), pukul 19.35 Wita.

Hasanuddin menyebut jenis sembako yang didistribusikan ke Krayan Selatan siang tadi diantaranya minyak goreng, gula pasir, kopi, teh, garam, dan bumbu dapur.

Baca juga: Imbas Kenaikan Harga BBM, Pemkab Nunukan Segera Beri 10 Ton Beras Ke Panti Asuhan dan Sopir Angkot

Pengiriman sembako hari ini kata Hasanuddin, hanya satu kali flight (penerbangan).

"Hari ini cuaca di Krayan Selatan cerah, tapi anginnya kencang jadi berisiko untuk penerbangan. Besok InsyaAllah kalau cuaca bagus pukul 09.00 Wita sembako kembali dikirim," ucapnya.

Hasanuddin menyebut untuk mendistribusikan sembako selama 30 hari masa tanggap darurat bencana alam di Krayan Selatan, pesawat yang dicarter Pemkab Nunukan sebanyak 7 kali penerbangan.

"Total bantuan sembako selama 30 hari sebanyak 5 ton untuk 7 kali flight. Besok sembako yang dikirim seperti mie instan, ikan asin, bawang merah dan putih, dan telor ayam. Penerbangan ke Long Layu (Krayan Selatan) 30 menit," ujarnya.

Diketahui ada ada 13 desa dengan jumlah total sebanyak 2.150 jiwa dari 537 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak ekonomi dan sosial akibat bencana longsor.

Baca juga: Cabai jadi Penyumbang Inflasi Terbesar, Pemkab Nunukan Bakal Bagi Bibit Lombok Unggul ke 20.000 KK

Bencana longsor tersebut membuat akses jalan Krayan-Krayan Selatan yang selama ini digunakan untuk mendistribusikan bahan makanan dan bahan bakar minyak (BBM) dari Long Bawan (Krayan), kini terhenti.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved