Berita Tarakan Terkini

BPOM Tarakan Temukan Obat Tradisional Berbahan Kimia dan Ilegal, Beber Modus Penjualan Lewat Online

Balai POM di Tarakan Masih Temukan Puluhan Item Obat Tradisional Mengandung BKO dan TIE, Beber Modus Penjualan Lewat Online: Mereka sembunyi-sembunyi.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kegiatan Komunikasi, Edukasi, dan Informasi (KIE) bahaya obat tradisional mengandung BKO bersinergi dengan Penta Heliks dilaksankan di Bulungan Room Lantai 1 Hotel Tarakan Plaza, Selasa (20/9/2022) pagi hingga siang tadi. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Puluhan item obat tradisional mengandung bahan kimia obat (BKO) masih ditemukan Balai POM di Tarakan.

Temuan BKO ini salah satu penyebabnya karena permintaan atau demand dari masyarakat masih cukup tinggi dan tidak memahami efek yang ditimbulkan.

Untuk itu, Balai POM di Tarakan menggelar kegiatan Komunikasi Edukasi dan Informasi (KIE) bahaya obat tradisional mengandung BKO bersinergi dengan Penta Heliks dilaksankan di Bulungan Room Lantai 1 Hotel Tarakan Plaza, Selasa (20/9/2022) pagi hingga siang tadi.

Empat materi yang disampaikan di antaranya perkuatan Penta Heliks, kemudian Cerdas Memilih Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan dan BPOM Mobile.

Baca juga: Simak Jadwal Speedboat Kaltara Rute Nunukan-Tarakan, Keberangkatan Hari Ini,Selasa 20 September 2022

Dikatakan Harianto Baan, Kepala Balai POM di Tarakan, pelaku penjualan dan pendistribusian obat tradisional tersebar di beberapa tempat di Tarakan. Pelaku juga sebenarnya sudah tahu bahayanya namun karena ada permintaan (demand), pelaku terus melakukan penjualan.

"Mereka itu sembunyi-sembunyi. Jadi pada saat kami mau melakukan pengawasan, sudah periksa di wilayah ini, mereka tahu, mereka langsung tutup. Kucing-kucingan. Itulah yang terjadi. Namun ini tidak menurunkan semangat kami untuk melakukan pengawasan," beber Harianto Baan usai kegiatan, Selasa (20/9/2022).

Pengawasan dilakukan dengan strategi tertentu sehingga bisa ditemukan.

Ia Menyebutkan, saat ini ada satu pelaku usaha diproses mempertanggungjawabkan tindakan kejahatan yang dia lakukan.

Adapun obat-obatan tradisional ini lanjut Harianto Baan, rerata ditemukan dari Pulau Jawa.

Ada juga produk Tanpa Izin Edar (TIE) tidak diketahui dari mana tapi modus operandinya bahwa dia memesan lewat media online.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved