Berita Bulungan Terkini

Harga BBM Naik, Pedagang di Pasar Induk Tanjung Selor Sebut Ongkos Transportasi Barang Ikut Naik

Harga BBM Naik, Pedagang di Pasar Induk Tanjung Selor Sebut Ongkos Transportasi Barang Ikut Naik: Kalau pakai truk naik Rp200, mobil kecil Rp800.

TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI
Pedagang bawang, Hj Suti ditemui di Pasar Induk Tanjung Selor, Selasa (20/9/2022). Hj mengatakan, stok bawang masih mencukupi dan harga bawang merah serta bawang putih kembali normal. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Sejumlah pedagang di Pasar Induk Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara mengatakan kenaikan harga bahan pokok mulai terjadi.

Pedagang telur ayam, Ali, mengatakan, harga telur ayam mengalami kenaikan, seiring dengan naiknya harga biaya transportasi atau pengiriman pasca kenaikan harga BBM.

"Ini telur ayam naik, sekarang harganya Rp62 ribu sampai Rp63 ribu per piring," kata Ali, Selasa (20/9/2022).

Kata Ali, biaya pengiriman naik lantaran telur ayam tersebut didatangkan dari luar Kaltara, yakni dari Samarinda, Kaltim. Di mana kenaikan ongkos transportasi itu bervariasi berdasarkan jenis angkutan yang digunakan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kaltara Hari Ini, Selasa 20 September 2022, BMKG: Bulungan Pagi Cerah Berawan

Pedagang telur ayam, Ali, ditemui di Pasar Induk Tanjung Selor, Selasa (20/9/2022). Ali mengatakan ada kenaikan ongkos transportasi yang menyebabkan harga jual telur ayam ikut naik
Pedagang telur ayam, Ali, ditemui di Pasar Induk Tanjung Selor, Selasa (20/9/2022). Ali mengatakan ada kenaikan ongkos transportasi yang menyebabkan harga jual telur ayam ikut naik (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI)

"Ongkos transportasi sekarang naik, kalau pakai truk naik Rp200 tapi kalau pakai mobil kecil ongkosnya naik Rp800," kata dia.

"Jadi kalau pakai truk sekarang Rp2.700 per piring tapi kalau pakai mobil kecil Rp3.300 per piring dan kita biasanya pakai mobil kecil karena kalau truk itu seminggu dua kali aja," ujarnya.

Jika harga telur ayam naik, maka lain halnya dengan harga sayur mayur. Harga cabai turun Rp5.000 dan kini dijual Rp60 ribu per kilogramnya.

Pedagang cabai, Yanti, mengatakan, penurunan harga cabai, cabai merah dan tomat terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ia mengatakan, stok sayur seperti cabai dan tomat yang didatangkan dari perbatasan Berau-Bulungan itu masih cukup banyak.

"Kalau cabai ini turun Rp5.000, kemarin kan Rp65 ribu sekarang jualnya Rp60 ribu, kalau cabai meerah ini normal saja Rp55 ribu. Tomat juga turun, sekarang Rp8.000 sekilo kemarin Rp12 ribu," ungkap Yanti.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kaltara Senin 19 September 2022, BMKG Tanjung Harapan: Bulungan Berawan Pagi Hari

Senada, pedagang bawang, Hj Suti, mengatakan, harga bawang juga mulai kembali normal. Bawang yang didatangkan dari Samarinda, Kaltim itu kini turun harganya dibandingkan beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, untuk saat ini bawang merah dijual Rp35 ribu per kilogram adapun bawang putih Rp30 ribu per kilogram. "Memang tidak seperti kemarin-kemarin yang sempat Rp75 ribu, jadi stok sekarang ini masih aman saja," kata Hj Suti.

Sebelumnya diberitakan, Disperindagkop Kaltara mengusulkan program mobil inflasi. Di mana program tersebut adalah bentuk intervensi pemerintah di alur distribusi, sehingga biaya distribusi bahan pokok bisa ditekan.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved