Berita Kaltara Terkini

Harga Ikan Segar Naik, Pedagang Ikan di Pasar Induk Tanjung Selor Keluhkan Sepi Pembeli

Haryanyo salah satu pedagang ikan seger di Pasar Induk Tanjung Selor, Kaltara mengungkapkan kenaikan harga ikan di semua jenis ikan sama.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Ketua DPRD Kaltara Albertus Stefanus Marianus saat meninjau harga bahan pokok di los pasar ikan di Pasar Induk Tanjung Selor, Selasa (20/9/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Harga ikan segar di Pasar Induk Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), mulai naik.

Menurut salah seorang pedagang ikan segar, Haryanto, kenaikan harga ikan terjadi di hampir semua jenis ikan.

Hal itu diungkapkan Haryanto saat menjawab pertanyaan dari Ketua DPRD Kaltara, Albertus Stefanus Marianus dan rombongan yang berkunjung ke pasar induk meninjau harga bahan pokok, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Perbaikan Pasar Ikan Tanjung Selor Belum Bisa Dilakukan Tahun Ini, Masih Menyusun Perencanaan

"Harga ikan ini naik, ikan layang biasanya Rp20 ribu - Rp25 ribu, sekarang Rp30 ribu - Rp35 ribu dijualkan," kata Haryanto.

"Mujair sekarang Rp30 ribu, biasanya Rp15 ribu - Rp 20 ribu, ini ikan como-como ekor kuning sekarang Rp35 ribu biasanya Rp25 ribu," ujarnya.

Baca juga: Bebas Stunting, Wawali Tarakan Effendhi Djuprianto Ajak Orangtua Makan Ikan: Gizi Anak Terpenuhi

Haryanto mengatakan, ikan-ikan tersebut didatangkan dari daerah tetangga yakni Berau, Kaltim.

Lantaran ikan yang berasal dari Tanah Kuning dan daerah pesisir Bulungan lainnya terbatas. "Ikan ini dari Talisayan, Tanjung Batu, Biduk-biduk," kata dia.

Haryanto mengeluh kenaikan harga ikan segar berdampak pada sepinya pembeli
Haryanto mengeluh kenaikan harga ikan segar berdampak pada sepinya pembeli (TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI)

Selain itu, stok ikan dari sejumlah pemasok di wilayah Tanjung Selor juga berkurang sehingga harganya terkerek naik.

Dengan kenaikan harga itu, dirinya mengeluhkan sepinya pembeli, menurutnya di saat harga normal, waktu untuk berjualan di pasar cenderung cepat sebab ikan yang dijual pasti habis dibeli pembeli.

Baca juga: Penggunaan Alat Tangkap Ikan Ilegal, Ketua AMPK Pulau Bunyu Bulungan Sebut Rumpon Nelayan Rusak

"Berapa hari ini memang stok berkurang jadi mahal juga harganya, ya mungkin pengaruh nelayan tidak turun melaut," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved