Berita Malinau Terkini

Polisi Stop Kasus Penggelapan Ratusan Elpiji Bersubsidi Malinau, Pelaku Dibebaskan, Ini Alasannya

Polisi Stop kasus penggelapan ratusan elpiji bersubsidi Malinau, pelaku dibebaskan, ini alasannya, Kasatreskrim: Laporannya telah dicabut oleh Pelapor

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TribunKaltara.com/Mohamad Supri
Polres Malinau menahan seorang Sopir Truk diduga menggelapkan ratusan tabung Elpiji bersubsidi peruntukan warga Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TribunKaltara.com/Mohamad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kasus penggelapan 871 tabung Elpiji bersubsidi di Malina pada 30 Agustus 2022 dihentikan.

Kasus yang menyeret terduga pelaku, Sopir truk Agen Penyalur Elpiji 3 kilogram peruntukan masyarakat Malinau tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum selanjutnya.

Sebelumnya, Sopir truk Pria inisial F (38) ditetapkan menjadi tersangka kasus penggelapan 871 tabung elpiji bersubsidi atau elpiji melon.

Kasat Reskrim Polres Malinau, Iptu Wisnu Bramantio mengemukakan sejumlah alasan dugaan kasus penggelapan ratusan tabung elpiji tidak dilanjutkan.

Baca juga: Penggelapan Ratusan Elpiji Bersubsidi Terungkap, Stok di Malinau Berkurang? Keterangan Agen Penyalur

Kasat Reskrim Polres Malinau, Iptu Wisnu Bramantio. (TribunKaltara.com/Mohamad Supri)
Kasat Reskrim Polres Malinau, Iptu Wisnu Bramantio. (TribunKaltara.com/Mohamad Supri) (TribunKaltara.com/Mohamad Supri)

"Laporannya telah dicabut oleh Pelapor. Dengan pertimbangan sesuai aturan terkait RJ (Restorative Justice), bahwa dibalik itu ada kepentingan sosial yang lebih tinggi," ujarnya saat ditemui TribunKaltara.com, Selasa (20/9/2022).

Sebelumnya diberitakan TribunKaltara.com, Pengelola Agen Penyalur Elpiji menyampaikan laporan dugaan tindak pidana penggelapan ratusan tabung Elpiji melon tersebut berdasarkan Laporan Polisi: LP-B 36/VIII/2022 tertanggal 30 Agustus 2022.

Pelaku ditangkap di wilayah Provinsi Kalimantan Timur usai diduga melarikan ratusan tabung elpiji.

Pelaku diduga menggelapkan ratusan tabung elpiji dan dijual ke luar daerah.

Belakangan, Agen Penyalur mencabut laporan tersebut dengan pertimbangan barang bukti berupa ratusan tabung elpiji bersubsidi tersebut beririsan dengan kebutuhan masyarakat banyak.

Baca juga: Warga Keluhkan Isi Elpiji 3 Kilogram tak Penuh, Disperindagkop Bulungan: Kami Sarankan Beli di Agen

Konferensi pengungkapan kasus penggelapan ratusan tabung Elpiji bersubsidi 3 Kg di Ruang Rupatama, Mapolres Malinau, Selasa (6/9/2022). Polisi menetapakan terduga pelaku, Pria F sebagai tersangka kasus penggelapan.
Konferensi pengungkapan kasus penggelapan ratusan tabung Elpiji bersubsidi 3 Kg di Ruang Rupatama, Mapolres Malinau, Selasa (6/9/2022). Polisi menetapakan terduga pelaku, Pria F sebagai tersangka kasus penggelapan. (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

"Ilustrasinya, kalau dilanjutkan akan mengganggu distribusi penyaluran gas subsidi di Malinau. Atas dasar itu, dari pelapornya juga mencabut laporan. Setelah semua terpenuhi kita proses sesuai mekanisme RJ," katanya.

Menurut Wisnu Bramantio, terduga pelaku Pria F (38) telah dibebaskan bersamaan setelah Surat Perintah Penghentian Penyidikan diterbitkan sekira 3 hari lalu.

"Sudah dikembalikan kepada keluarganya. Tiga hari lalu kita gelar, kita tetapkan itu kita hentikan," ucapnya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved