Berita Kaltara Terkini

DPRD Kaltara Harap Pemerintah Bangun Jalan Darurat di Krayan, Marli: Bikin Baru Panjang Ceritanya

DPRD Kaltara harap pemerintah bangun jalan darurat di Krayan, butuh waktu sekitar 1-2 bulan untuk bangun, Marli Kamis: Bikin baru panjang ceritanya.

(HO/Dinas PUPR Perkim Kaltara)
Kondisi jalan penghubung Krayan Induk-Krayan Selatan yang tertimbun longsor. Dinas PUPR Perkim Kaltara mengatakan akan membuat rute jalan baru menggantikan rute saat ini yang tertimbun longsor. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pemprov Kaltara berencana membuat rute jalan penghubung baru yang menghubungkan Krayan Induk - Krayan Selatan, Nunukan, Kaltara, yang longsor pada pekan lalu.

Rute jalan penghubung itu direncanakan menggunakan rute berbeda dari jalan yang ada saat ini yakni dengan melewati bagian gunung dan bukan dari sisi lereng bukit.

Dinas PUPR Perkim Kaltara memperkirakan, membutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan untuk merampungkan pengerjaan jalan penghubung baru dengan panjang sekitar 300-400 meter itu.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kaltara, Marli Kamis, mengatakan, pembangunan jalan darurat diharapkan dapat dilakukan.

Baca juga: Semua Daerah Potensi Terjadi Inflasi, Deputi BI Kaltara Beber Upaya TPID, Imbau Warga Belanja Bijak

Sebab ia menilai, pembangunan jalan baru yang memakan waktu hingga 1-2 bulan itu cukup lama.

Apalagi di tengah keterbatasan akses distribusi barang bagi warga desa di Krayan Selatan.

"Kita harapkan ini harus segera membuka jalan darurat itu paling penting," kata Marli Kamis.

"Kalau mau bikin baru semua panjang ceritanya karena itu kan lama," ungkapnya.

Dirinya meminta Pemprov Kaltara memikirkan opsi lain agar pembangunan jalan darurat dapat dilakukan.

Lebih jauh, dirinya juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Krayan, Nunukan. Di mana di tengah kondisi sulit yang dihadapi hari ini, masyarakat di sana tetap bersabar menghadapi ujian.

Baca juga: Berharap Kucuran Dana APBN, Pemprov Kaltara akan Bangun Jalan Akses ke KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi

"Kami apresiasi masyarakat di sana, dengan kondisi seperti itu mereka tidak panik dan tidak menuntut ini itu ke pemerintah karena mereka memahami kondisinya," ujarnya.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved