Minggu, 10 Mei 2026

Kumpulan Pantun

Kumpulan Pantun Sindiran untuk Tukang Selingkuh, Penuh Makna dan Mengena Banget, Kode Keras nih

Simak kumpulan pantun sindiran untuk tukang selingkuh. Kamu bisa meluapkan perasaan dengan pantun ini sebagai kode keras untuk menyinggung kesetiaan

Tayang:
Editor: Hajrah
Freepik
Ilustrasi-Kumpulan pantun sindiran untuk pasangan yang selingkuh 

TRIBUNKALTARA.COM- Simak kumpulan pantun sindiran untuk tukang selingkuh yang gak bisa menjaga kesetiaan.

Baru-baru ini kisruh rumah tangga salah satu pasangan artis menjadi perbincangan hangat setelah adanya kabar perselingkuhan yang mencuat ke publik.

Nah, bagi kamu yang barangkali ingin memberi sindiran telak bagi suami, istri, atau pacar yang selingkuh, bisa menggunakan pantun sindiran ini untuk mengungkapkan perasaanmu yang sesungguhnya.

Bagi kamu yang ingin meluapkan kata-kata sindiran untuk tukang selingkuh bisa menggunakan kumpulan pantun yang ada di dalam artikel ini.

Dijamin kata-kata pantun ini bakal jadi kode keras buat doi yang selingkuh dan pasti maknanya mengena banget.

Lihat keraton di Yogyakarta
Di temani Kuncennya yang sudah tua
Cintamu buta alasannya harta
Nafsumu asing sehingga mendua

Ke Palembang belanja duku
Berangkatnya pagi di hari sabtu
Sungguh tega kau tinggalkan aku
Demi lelaki duda kaya itu

Beternak sapi penghasil susu
Supaya higienis kandangnya harus di sapu
Cinta semu janjimu palsu
Kini saya tahu ternyata gotong royong kau penipu

Ke toko besi membeli palu
Supaya berpengaruh jangan pilih yang tangkainya kayu
Hatiku hancur remuk dan pilu
Melihat pacarku menduakan dan bercumbu rayu

Merah-merah buat rambutan
Panennya banyak di ekspor aja ke Jerman
Pengkhianatan ini sangat menyakitkan
Setelah saya tahu kau punya simpaanan

Talang berukir bunga lada
Berukir sampai ke ruasnya
Bukankah dulu kau memberi cinta
Kenapa sulit bagimu untuk setia

Membuat jembatan dari besi
Jembatan penghubung antar provinsi
Tak perlu mencari kekurangan istri
Hanya agar selingkuhmu dimaklumi

Pergi ke kebun melewati bukit
Diperjalanan melihat gubuk bambu
Diselingkuhi terasa amat sakit
Untuk bertahan rasanya tidak mampu

Jika hendak bepergian
Jangan lupakan keselamatan
Diselingkuhi itu menyakitkan
Ada trauma yang ditinggalkan

Banyak bintang di malam hari
Lebihlah terang sinar mentari
Pesan untuk para suami
Jangan pernah menghianati istri

Baca juga: Kumpulan Pantun Teka Teki Lucu, Kocak dan Romantis, Sudah Lengkap dengan Jawabannya

Membeli batik dengan kemeja
Warna nya bagus sangat rupawan
Selingkuh memang nikmat awalnya
Pasti akan menyesal dikemudian

Tak ada salahnya berolahraga
Untuk sehat jiwa dan raga
Selingkuh memang membawa petaka
Karena menganggap remeh perbuatan dosa

Makan pagi pakai nasi
Lauknya ikan bawal dan ikan teri
Sungguh kamu tidak punya hati
Berselingkuh dengan teman sendiri

Jalan-jalan ke pulai Bali
Tidak lupa membeli sagu
Pergilah engkau wahai suami
Bawalah ia pergi bersamamu

Buah duku rasanya masam
Asamnya sampai ke ubun ubun
Sungguh kamu manusia kejam
Selingkuhi istri bertahun tahun

Tepung kanji Tepung tapioka,
Siapa berjanji, siapa berdusta.

Bunga taman, dari Barat.
Katanya pasangan tapi khianat.

Kenapa membawa onta,
Kalau Jalan Pasir berduri.
Kenapa bilang cinta,
Kalau kecewa yang diberi.

Walau Indah terikat pita,
Tanpa hadiah Tiada Guna.
Walau beribu kata cinta,
Tanpa perhatian Tiada Guna.

Katanya tajam pisau parang,
Kenapa tak mempan pada kain.
Katanya cinta untukku seorang,
Kenapa romantis pada yang lain?

Baca juga: Kumpulan Pantun Gombal Singkat Dua Baris, Bikin Hati Meleleh, Auto Luluh Pertahanan Doi

Rona senja di waktu petang,
Melihat kolam berisi ikan.
Kuharap cinta yang datang,
Rupanya dusta yang kau berikan

Tapioka tepung kanji,
Dimakan oleh pendekar sakti.
Kamu hanya memberi janji,
Tapi tak pernah memberi bukti.

Baju itu tak perlu batik,
Baju dipakai supaya nyaman.
Cinta itu tak perlu cantik,
Yang perlu kesetiaan.

Burung gelatik di siang hari,
Bersiul-siul selalu bernyanyi.
Lebih baik hidup sendiri,
Daripada selalu disakiti.

Baju batik dari Jogja,
Bagai lukisan yang ternama.
Lebih baik hidup bahagia,
Daripada hidup merana.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved