Berita Malinau Terkini

Pengaruhi Hasil Tani, Poktan di Malinau Minta Mutu Benih Hingga Ketersediaan Pupuk Diperhatikan

Pengaruhi hasil tani, Kelompok Tani di Malinau minta mutu benih hingga ketersediaan pupuk diperhatikan: Jeda beberapa bulan saja kadaluarsa.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Lahan sawah petani padi di Bengalun Desa Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Petani di Kabupaten Malinau meminta pemerintah peduli akan kebutuhan utama sektor pertanian untuk kelompok tani.

Mulai dari mutu benih hingga kebutuhan utama seperti pupuk, herbisida dan pestisida.

Anggota kelompok Tani di Kecamatan Mentarang, Yonathan menerangkan komoditas pertanian sangat bergantung pada kualitas benih.

Berdasarkan pengalaman kelompok tani, biasanya ada sejumlah persoalan terkait mutu benih pengadaan pemerintah.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing Komoditas Pangan, BPTP Kaltim Bekali Penyuluh Pertanian dan Petani di Malinau

Diantaranya, terkait mutu dan persentase peluang benih untuk tumbuh serta masa kadaluarsa benih yang sangat singkat.

"Biasanya benih pengadaan yang sampai ke petani ini harapan tumbuh berkurang sampai setengahnya. Selain itu, jeda beberapa bulan saja kadaluarsa. Waktunya singkat," ujarnya, Rabu (21/9/2022).

Hal tersebut juga disampaikan sejumlah anggota kelompok tani pada sesi tanya jawab bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur (BPTP Kaltim) di Malinau.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertanian RI melalui Dirjen Ketahanan Pangan akan mengirim 2 ton 650 kilogram benih padi varietas umur super genjah untuk Kabupaten Malinau.

Petani meminta agar mutu benih dapat menjadi perhatian agar kualitas benih terjamin dan sampai kepada petani.

"Kita juga tertarik untuk menanam padi yang dikatakan umur panennya 3 bulan. Jadi saran kami agar kualitas benih tersebut minimal bisa terjamin sampai ke petani," katanya.

Ketua Kelompok Tani di Desa Kaliamok, Kecamatan Malinau Barat, Rustam Effendi menerangkan benih padi berumur genjah biasanya bergantung pola pemeliharaan.

Baca juga: Petani Malinau Dapat Dua Ton Benih Padi Super Genjah, Program Penguatan Pangan Kementan RI

Sehingga pemerintah daerah juga diharapkan dapat menjamin kebutuhan utama petani seperti pupuk tersedia setiap saat.

"Tanaman padi ini bagaimanapun bergantung pada pemeliharaan dan pupuk. Besar bagaimanapun lahan kita kalau pupuk, pemeliharaan tidak baik juga tidak maksimal. Kita minta supaya diperhatikanlah petani soal ini," katanya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved