Berita Tarakan Terkini

Tarif Tiket Pesawat Masih Mahal, Dampak Perang Rusia dan Ukraina, Harga Avtur Dunia Alami Kenaikan

Begini penjelasan Ceppy Triono, Kepala UPBU Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan, menyoal harga tiket tentang mahalnya tarif tiket pesawat.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Aktivitas penumpang di Bandara Internasional Juwata Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Pihak UPBU Juwata Tarakan memberikan penjelasan mengenai tarif tiket pesawat yang saat ini masih dinilai cukup mahal dan dikeluhkan masyarakat.

Dikatakan Ceppy Triono, Kepala UPBU Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan, menyoal harga tiket berkaitan juga dengan operasional. Itu yang harus dipahami dulu masyarakat.

“Operasional pesawat itu tidak murah dan tidak mudah. Karena salah satu komponen pesawat dia operasionalnya, high cost dan high maintenance,” beber Ceppy.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat di Kaltara Mahal, Menhub Langsung Telepon Maskapai, Tugaskan Dirjen Lakukan ini

Terkait hal tersebut, unsur dari tiket 40 persen adalah ada di fuel atau jenis BBM yang digunakan yakni avtur. Kenaikan harga avtur sekarang, dampak dari perang Rusia-Ukraina mempengaruhi juga harga avtur dunia.

“Itu juga pasti berpengaruh terhadap harga tiket pesawat. Tapi dari Kementerian Perhubungan sudah berupaya untuk mencoba merumuskan bagaimana caranya untuk menurunkan harga tiket yang ada sekarang,” bebernya.

Pihaknya saat ini masih menganjurkan kepada para airlines untuk menghitung kembali cost atau total operating cost pesawat yang digunakan untuk terbang.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Mahal, DPR RI Minta Citilink Layani Rute Kaltara, Dishub Singgung Arus Mudik

“Tapi mereka sampaikan juga kepada kami bahwa itu semua tergantung dari tingkat keterisian penumpangnya. Karena semakin banyak penumpang, maka pembiayaan bisa diatur,” ungkapnya.

Untuk itu ia mengajak warga Tarakan memindahkan hari padat melakukan penerbangan. “Mungkin bisa di hari Rabu, Kamis, karena kalau di Tarakan, hari itu yang agak sepi. Jika hari itu keterisian penumpang mencukupi, insyaAllah perhitungan terkait operation cost akan menurun dengan sendirinya,” jelasnya.

Aktivitas penumpang di Bandara Internasional Juwata Tarakan.
Aktivitas penumpang di Bandara Internasional Juwata Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Lebih jauh berkaitan harga tiket, kewenangan ada di airlines masing-masing dan mereka juga ada rahasia perusahaan terkait biaya operasi, apa yang harus dilakukan berkaitan pemasaran.

“Kami dari sisi pemerintah menganjurkan hal itu,” jelasnya.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Melambung, Anggota DPR RI Minta Citilink Buka Rute di Kaltara

Menyoal jumlah penumpang lanjutnya, kondisi jumlah penumpang padat hanya di hari-hari tertentu. Ia menyebutkan misalnya di hari Sabtu keberangkatan penumpang kecil.

“Hari Jumat ramai, harusnya bisa di harga itu turun. Kenyataannya sekarang ini turun tapi tidak banyak karena harus menutupi hari-hari lainnya yang tidak padat,” pungkasnya.

 

 

 

 

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved