Berita Bulungan Terkini

Jalan Penghubung Longsor di Krayan Kaltara Putus, PLN Pastikan Listrik di Perbatasan Masih Menyala

Jalan penghubung antara Krayan Induk dengan Krayan Selatan, Nunukan, Kalimantan Utara putus, karena tertimbun longsor yang terjadi beberapa hari lalu.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Sumarsono
HO
Manager PLN UP3 Kaltara Aditya Darmawan (kiri). Akses jalan di Krayan, Nunukan putus akibat tertimbun longsoran. Meski demikian PLN pastikan tidak ada pemadaman di wilayah Krayan. (TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Info jalan longsor di Krayan, penghubung antara Krayan Induk dengan Krayan Selatan, Nunukan, Kalimantan Utara putus, karena tertimbun longsor yang terjadi beberapa hari lalu.

Longsoran yang terjadi pada dua pekan lalu itu menyebabkan setidaknya 300 meter badan jalan terputus akibat tertutup material longsoran.

Kondisi ini menyebabkan pasokan bahan pokok bagi warga desa di Krayan Selatan terganggu.

Tak hanya bahan pokok, pasokan bahan bakar minyak atau BBM untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Krayan juga terganggu dan terbatas akibat longsor itu.

Meski begitu, Manager PLN UP3 Kaltara Aditya Darmawan kepada TribunKaltara.com, memastikan listrik di wilayah Krayan Selatan masih mengalir.

Baca juga: Longsor di Krayan Selatan Kabupaten Nunukan Kembali Terjadi, Bantuan Sembako Mulai Disalurkan Esok

Menurut Aditya, drum-drum BBM untuk kebutuhan PLTD diangkut dengan cara dilansir atau dipikul melewati jalur yang lebih aman, namun jumlahnya masih terbatas.

"Alhamdulillah untuk BBM itu masih bisa dilansir, dipikul ke sana," kata Aditya Darmawan, Kamis (22/9/2022).

Masyarakat di Krayan Selatan bersama TNI-Polri melakukan pembersihan titik yang longsor, Minggu (17/09/2022), siang.
Masyarakat di Krayan Selatan bersama TNI-Polri melakukan pembersihan titik yang longsor, Minggu (17/09/2022), siang. ((HO/ Oktavianus))

Ia mengatakan, meskipun listrik masih menyala ke daerah tersebut, namun waktunya masih dibatasi.

"Sekarang masih nyala, tapi memang karena kendala pasokan BBM, jam nyala kami turunkan dari 12 jam ke 6 jam," katanya.

"6 jam itu posisinya malam saja, kalau tepatnya itu tergantung kesepakatan masyarakat dari jam berapa sampai jam berapa," sambungnya.

Baca juga: Jalan Penghubung Desa di Krayan Putus Akibat Longsor, Pemkab Beber Hambatan Inventarisasi Kerusakan

Aditya mengatakan, sampai saat ini belum dapat melakukan normalisasi nyala listrik kembali ke posisi 12 jam, mengingat sampai saat ini pasokan BBM masih terbatas.

Ia menjelaskan proses penormalan nyala listrik akan dilakukan, jika pasokan BBM kembali lancar, atau dengan kata lain, jika jalan penghubung sudah diperbaiki nantinya.

"Ini kami sudah komunikasikan juga dengan Bupati dan masyarakat di sana, dan kami dapat info untuk perbaikan jalan baru butuh waktu satu bulan," tuturnya.

 (*)

 

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved