Berita Nunukan Terkini

Longsor Krayan Selatan, Distribusi Sembako dari Malinau Usai Hari ini: Total Bantuan 5,6 Ton Lebih

Longsor di Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, distribusi sembako dari Malinau berakhir hari ini, Hasanuddin: Total bantuan 5,6 ton lebih.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
(HO/ Arief)
Penyaluran sembako kepada masyarakat di Krayan Selatan dengan bantuan personel BPBD Nunukan, TNI, dan Polri. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Distribusi sembako untuk kebutuhan ribuan masyarakat Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan yang terisolir akibat bencana longsor, berakhir hari ini Minggu (25/09/2022), sore.

Sebelumnya longsor di Krayan Selatan yang terjadi pada Senin (05/09/2022) malam membuat jalan penghubung antara Krayan ke Krayan Selatan sepanjang 200 meter terputus.

Sementara akses jalan tersebut selama ini digunakan untuk mendistribusikan bahan makanan dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berasal dari Long Bawan (Krayan), kini terhenti.

Kasubid Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasanuddin mengatakan hari ini terakhir pendistribusian sembako untuk 2.150 jiwa dari 537 kepala keluarga yang terisolir akibat bencana longsor di Krayan Selatan.

Baca juga: Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang Launching Subsidi Ongkos Angkut Barang ke Krayan Nunukan

Pendistribusian sembako ke Krayan Selatan dilakukan menggunakan pesawat carter Smart Aviation tipe Pilatus dari Malinau, Minggu (25/09/2022), siang.
Pendistribusian sembako ke Krayan Selatan dilakukan menggunakan pesawat carter Smart Aviation tipe Pilatus dari Malinau, Minggu (25/09/2022), siang. (HO/Arief)

Pendistribusian sembako dilakukan menggunakan pesawat carter Smart Aviation tipe Pilatus dari Malinau dan landing (mendarat) di Long Layu, Krayan Selatan.

"Hari ini satu kali flight dan merupakan pengiriman terakhir dari Malinau. Tapi kali ini landingnya di Long Bawan, Krayan Induk dengan memuat 787 Kg sembako. Pukul 15.40 Wita tadi sembako sudah tiba di Krayan Induk," kata Hasanuddin kepada TribunKaltara.com, pukul 17.35 Wita.

Menurut pria yang akrab disapa Hasan itu, setelah tiba di Long Bawan, sembako akan diangkut menggunakan kendaraan mobil menuju Long Layu.

Setelah tiba di ujung jalan yang longsor, sembako akan dipikul dengan bantuan personel BPBD, TNI, dan Polri.

"Yang dianggarkan melalui pesawat carter itu dari Malinau ke Long Layu hanya 7 kali flight. Ternyata ada sedikit overload barang bantuan baik sembako maupun obat-obatan. Sehingga bantuan terakhir ini dikirim pakai cargo lewat Long Bawan, karena tidak ada pesawat cargo ke Long Layu," ucapnya.

Lanjut Hasan,"Kalau dipikul sembakonya lewat jalan yang longsor itu sekira 300-400 meter lah. Total bantuan 8 kali flight 5,6 ton lebih," tambahnya.

Fokus Pembukaan Akses Jalan

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Nunukan, Arief Budiman menuturkan situasi di Krayan Selatan masih terisolir dan belum ada perubahan.

Baca juga: Banjir Bandang di Krayan Berimbas pada Ekonomi Masyarakat Selama Satu Tahun, Penjelasan BPBD Nunukan

"Beberapa hari lalu saya dari Krayan Selatan lampu menyala mulai pukul 18.00-24.00 Wita. Itu karena keterbatasan BBM. Jalanan juga masih terputus. Lalu jaringan telekomunikasi hanya 6 jam per hari," ujar Arief Budiman.

Tak hanya itu, titik longsor di jalan poros sampai saat ini ada 5 titik. Sedangkan yang terputus hanya 1 titik.

"Jalan yang lain masih bisa dilewati tapi semakin menyempit. Setelah selesai penyaluran sembako akan fokus pembukaan akses jalan yang terputus akibat longsor. Tapi itu kewenangannya ada di provinsi," tutur Arief.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved