Berita Malinau Terkini

Dua Predator Anak di Malinau Dihukum 11 dan 12 Tahun Penjara, Pemerintah Fokus Pemulihan Korban

Dua terdakwa perkara kejahatan terhadap anak tersebut terbukti bersalah masing-masing merupakan kasus berbeda yang terjadi di Kabupaten Malinau.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Bupati Malinau, Wempi W Mawa saat ditemui sesusai koordinasi program perlindungan anak di Mapolres Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Sepekan terakhir, Pengadilan Negeri Malinau menangani dua perkara predator anak yang terjadi awal tahun 2022 ini.

Dua terdakwa perkara kejahatan terhadap anak tersebut terbukti bersalah masing-masing merupakan kasus berbeda yang terjadi di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Sebelumnya kedua kasus tersebut ditangani kepolisian pada awal April 2022. Kasus pertama, terdakwa Zainal (39) divonis 12 tahun 6 bulan penjara.

Baca juga: Ibu Buat Laporan, Polisi Tangkap Predator Anak di Malinau, Ayah Diduga Rudapaksa Anak Tiri Sendiri

Sementara kasus ke dua oleh seorang Pria Kajan (49) diputus bersalah oleh hakim karena menggauli anak tirinya sendiri. Diganjar hukuman 11 tahun 6 bulan penjara.

"JPU menghadiri sidang pembacaan putusan oleh majelis hakim PN Malinau. Untuk terdakwa Zainal divonis bersalah, dan dihukum 12 tahun 6 bulan pidana penjara.

Baca juga: Marak Kasus Predator Anak, Bupati Malinau Prihatin Trauma Korban, Dinas Kesehatan & KP3AS Dilibatkan

Sementara terdakwa Kajan, dihukum 11 tahun 6 bulan penjara," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Malinau melalui Kasu Intelijen, Slamet Riyono, Selasa (27/9/2022).

Diberitakan sebelumnya, dua kasus tersebut turut menyita perhatian orang nomor 1 di Malinau, Wempi W Mawa.

Ilustrasi, kegiatan pemulihan psikologi anak pasca bencana oleh Tagana Malinau lintas organisasi dan Komunitas di Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu.
Ilustrasi, kegiatan pemulihan psikologi anak pasca bencana oleh Tagana Malinau lintas organisasi dan Komunitas di Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Di masa mendatang, Pemerintah Kabupaten Malinau mencanangkan alur penanganan dan pencegahan khusus berorientasi pada korban.

"Hal yang menjadi sangat penting adalah bagaimana pemulihan atas korban. Melalui OPD terkait perlindungan anak, perlu pembinaan khususnya terkait psikologi anak," katanya.

Baca juga: Korban Predator Sesama Sejenis Diberi Pendampingan, Rangkul Psikolog Tangani Trauma Anak

Sesuai dengan visi Kabupaten Malinau untuk menciptakan kabupaten layak anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Sosial akan dititkberatkan pada program penanganan dan pencegahan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved