Berita Kaltara Terkini

PLN Hentikan Konversi Kompor Listrik, Bagaimana di Kaltara? Ini Penjelasan Manager UP3 Kaltara

PLN hentikan konversi kompor listrik, bagaimana di Kaltara? Ini penjelasan manager UP3 Kaltara, kampanye electrifying lifestyle masih terus lanjut.

TRIBUNKALTARA.COM / RISNA
Lomba masak dalam Semarak HUT ke-2 TribunKaltara.com, Minggu (18/9/2022). Lomba masak ini menggunakan kompor induksi dari PLN sebagai bagian dari kampanye electrifying lifestyle. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - PLN mengumumkan penghentian program konversi kompor listrik atau kompor induksi.

Sebelumnya, BUMN yang membidangi kelistrikan itu merencanakan melakukan konversi dari penggunaan kompor gas LPG 3 kilogram ke kompor listrik.

Kini PLN membatalkan program tersebut dengan alasan hendak memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 dengan menyediakan listrik yang andal.

Ditanyakan mengenai hal tersebut, Manager PLN UP3 Kaltara, Aditya Darmawan, mengatakan, pihaknya belum pernah mendapatkan stok kompor induksi sebagai bagian dari program konversi kompor listrik.

Baca juga: Perbaikan Jalan Penghubung di Krayan, Berikut Penjelasan Wagub Kaltara Yansen Tipa Padan

Manager PLN UP3 Kaltara, Aditya Darmawan.
Manager PLN UP3 Kaltara, Aditya Darmawan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

"Belum, Kaltara belum sempat dapat jatah kompor induksi, kami belum sempat dapat kompor," kata Aditya Darmawan, Rabu (28/9/2022).

Menurut Aditya, kompor induksi yang dimiliki PLN hanya diperuntukan untuk kebutuhan kampanye atau sosialisasi mengenai gaya hidup dengan perangkat elektrik atau electrifying lifestyle.

Meski program konversi kompor listrik dihentikan, Aditya menyampaikan kampanye mengenai electrifying lifestyle masih terus dilanjutkan.

"Kalau sosialisasi electrifying lifestyle seperti pengenalan mobil atau motor listrik, lomba masak pakai kompor induksi, pengenalan produk lainnya tentunya kami masih melakukan edukasi dan sosialisasi," ungkapnya.

Dirinya berharap, dari kampanye itu, masyarakat mengalihkan penggunaan ke perangkat elektrik demi mengurangi ketergantungan akan bahan baku fosil.

"Jadi pengenalan budaya electrifying lifestyle, agar masyarakat beralih dari dari bahan baku fosil ke listrik," ujarnya.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved