Berita Daerah Terkini

Terseret Korupsi Mantan Bupati PPU Abdul Gafur Masud, 3 ASN Kini Menanti SK Pemecatan

Kasus korupsi mantan Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud (AGM) menyeret 3 orang Aparatur Sipil Negara (ASN)  di lingkungan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU).

Editor: Junisah
TRIBUNNEWS.com
Tiga ASN yang dijatuhi vonis hukuman atas kasus korupsi bersama AGM, tinggal menunggu SK pemberhentian tidak hormat atau pemecatan. 

TRIBUNKALTARA.COM, PENAJAM- Kasus korupsi mantan Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud (AGM) menyeret tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN)  di lingkungan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU).

Tiga ASN tersebut telah dijatuhi vonis hukuman, dan kini menanti sanksi pemecatan.

Mereka adalah Muliadi (Plt Sekretaris Daerah PPU), Edi Hasmoro (Kepala Dinas PUPR PPU) dan Jusman (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdikpora PPU).

Menanggapi soal pemberhentian ketiga ASN ini, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) PPU Khairuddin mengatakan, bahwa pihaknya  masih menunggu Surat Keputusan (SK)  pemberhentian .

Baca juga: Tingkatkan Kapasitas APH Tangani Perkara Korupsi, KPK Gelar Pelatihan Bersama di Kalimantan Timur

BKPSDM PPU dalam seminggu ke depan masih menunggu apakah ketiga ASN tersebut mengajukan upaya hukum lanjutan banding atau tidak.

Apabila tidak mengajukan upaya banding maka SK pemberhentiannya akan segera diproses.

"Itukan diberi waktu satu minggu, kalau dia banding berarti ditunggu 14 hari, yang pasti diberhentikan dengan tidak hormat," ungkapnya. Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Vonis AGM dan Nur Afifah Balqis Jauh dari Tuntutan Jaksa, JPU KPK: Kami Sampaikan ke Pimpinan Dulu

Saat ditanya soal gaji dan tunjangan ketiga ASN itu setelah diberhentikan, kata  Khairuddin, tentu secara otomatis ketiga ASN tersebut juga sudah tidak memiliki hak, baik terhadap gaji maupun tunjangan.

Sedangkan untuk uang pensiun, tetap akan diberikan sesuai masa kerjanya. Namun mekanisme pemberiannya, sementara masih dibahas.

Tiga ASN yang dijatuhi vonis hukuman atas kasus korupsi bersama AGM, tinggal menunggu SK pemberhentian
Tiga ASN yang dijatuhi vonis hukuman atas kasus korupsi bersama AGM, tinggal menunggu SK pemberhentian (TRIBUNNEWS.com)

"Nanti diliat dipensiunannya seperti apa hitungannya, tapi yang diliat masa kerjanya, dia tidak mendapat pensiun bulanan," jelasnya.

Seperti diketahui, Muliadi divonis penjara selama 4 tahun 9 bulan dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan. Dia juga harus membayar UP sebesar Rp Rp 410.500.000 juta atau ganti 1 tahun kurungan jika tak bisa membayarnya.

Baca juga: Eks Bupati PPU Divonis 5,6 Tahun Penjara, Kuasa Hukum AGM dan Nur Afifah Balgis Pilih Pikir-pikir

Kemudian Edi juga divonis 4 tahun 9 bulan dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan, ditambah UP Rp 557.000.000 subsider 1 tahun kurungan jika tak membayar denda.

Untuk Jusman divonis penjara selama 4,5 tahun dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan, serta UP sebanyak Rp 53 juta atau ganti kurungan selama 6 bulan.

 

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved