Berita Tarakan Terkini

Disdukcapil Minta Sekolah Data Siswanya, Usia 16 Tahun ke Atas Bisa Rekam KTP, Buka Senin-Minggu

Jumlah pemilih pemula Tarakan masih dalam proses pendataan dan perekaman khususnya di lingkup sekolah untuk mereka yang saat ini duduk di Kelas X SLTA

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Hamsyah, Kepala Disdukcapil Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Saat ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan masih terus melakukan pendataan dan perekaman data wajib E-KTP khususnya potensi pemilih pemula.

Terbaru pihaknya sudah berkoordinasi dengan sekolah untuk mendata jumlah siswa dan siswinya yang sudah berusia 16 tahun ke atas untuk segera melakukan perekaman data.

Dikatakan Hamsyah Kepala Disdukcapil  Tarakan, data wajib E-KTP saat ini tercatat di Disdukcapil Tarakan, Kalimantan Utara  mencapai 160 jiwa.

Baca juga: 22.010 Ton Minyak Goreng Curah Siap Didustribusikan, E-KTP atau Kartu Keluarga jadi Syarat Pembelian

Sementara untuk jumlah pemilih pemula, saat ini masih dalam proses pendataan dan perekaman khususnya di lingkup sekolah untuk mereka yang saat ini duduk di bangku kelas X SMA/SLTA sederajat.

Itu saat ini diberlakukan setiap Sabtu dan Minggu. Pihaknya sudah meminta pihak sekolah mengirimkan data siswanya yang sudah berumur 16 tahun ke atas dan belum melakukan perekaman E-KTP, untuk diarahkan ke Kantor Disdukcapil di hari Sabtu dan Minggu.

Dipaparkan Hamsyah, Disdukcapil saat ini sudah melakukan perekaman data sampai dengan 98,61 persen dari wajib KTP atau secara data 164.022 jiwa. Sementara, jumlah wajib KTP di Tarakan mencapai 166.340 jiwa berdasarkan data periode 31 Agustus 2022.

Baca juga: Jemput Bola, Disdukcapil Bulungan Layani Perekaman e-KTP di Pulau Bunyu, Siapkan 500 Blangko

"Berarti ada 2.318 jiwa belum merekam KTP. Kami belum melihat itu usia berapa, yang jelas data kependudukan saat ini bersifat dinamis. Makanya untuk mengakomodir potensi pemilih pemula, juga bekerja sama dengan sekolah," bebernya.

Sehingga lanjutnya, nanti pada saat eksisting pemilu, pemilih pemula ini, dia bisa memilih.

"Saya tidak bisa sebutkan jumlah pemilih pemula. Karena bisa berubah. Yang jelas untuk sekolah, kami sudah minta untuk kirimkan data siswanya yang sudah usia 16 tahun," bebernya.

Ilustrasi pelajar di salah satu sekolah tingkat SLTA Kota Tarakan.
Ilustrasi pelajar di salah satu sekolah tingkat SLTA Kota Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Ia melanjutkan, rerata yang melakukan perekaman per hari mencapai 20-an orang. Adapun jangka waktu perekaman tidak ada batasan.

"Sampai selesai data dari sekolah. Tidak ada batasan. Kalau di hari kerja bisa ke MPP, di luar hari kerja itu, bisa ke Kantor Disdukcapil. Syaratnya cuma bawa Kartu Keluarga," jelas Hamsyah.

Lebih lanjut dikatakan Hamsyah, menurutnya total data 159.713 DPB yang dimiliki KPU Tarakan sudah sinkron dengan data yang dimiliki Disdukcapil.

Baca juga: Masih Ada Masyarakat Belum Lakukan Perekaman e-KTP, Hal Ini yang Dilakukan Disdukcapil Bulungan 

“Kami setiap bulan memberikan NIK yang meninggal dan yang pindah keluar Tarakan. Dia punya data eksisting lewat aplikasi SIDALIH. Kami hanya support NIK yang berpindah,” beber Hamsyah.

Berapa jumlah yang pindah, dan meninggal, itu yang akan menjadi acuan KPU mengupdate perubahan DPB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved