Berita Nunukan Terkini

Kasus Aktif Covid-19 Kembali Muncul di Nunukan, Jubir Satgas Minta Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Kasus Aktif Covid-19 Kembali Muncul di Nunukan, Jubir Satgas Minta Masyarakat Tetap Patuhi Prokes, Sabaruddin: Kemampuan virus itu menular cepat.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Vaksinasi massal Gor Dwikora Kabupaten Nunukan, belum lama ini. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kasus aktif Covid-19 kembali muncul di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara setelah tiga bulan zero kasus.

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Nunukan, Sabaruddin meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

"Mulai Mei sampai Agustus itu nihil kasus. Belakangan ini muncul kasus Covid-19. Artinya kita tidak boleh lengah dengan Prokes karena virus Corona itu masih ada," kata Sabaruddin kepada TribunKaltara.com, Jumat (30/09/2022), sore.

Sebelumnya sempat ada 2 kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Nunukan, namun kini turun menjadi 1 kasus.

Baca juga: KPU Nunukan Tetapkan Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2022, 123.541 Pemilih Tersebar di 548 TPS

Jubir Satgas Covid-19 Nunukan, Sabaruddin.
Jubir Satgas Covid-19 Nunukan, Sabaruddin. (TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS)

"Satu pasien yang dirawat di RSUD Nunukan sudah sembuh. Tinggal satu yang saat ini menjalani isolasi mandiri di Tarakan. Kebetulan dia cuci darah di sana, mungkin ada gejala Covid-19 jadi tes PCR dan hasilnya positif," ucapnya.

Menurutnya, saat ini meski masih ada virus Corona di tengah masyarakat, namun hal itu bisa dicegah penularannya makin luas melalui vaksinasi.

"Kemampuan virus itu menular cepat tapi yang terjadi saat ini tidak juga, karena hanya 1 sampai 2 kasus. Boleh disimpulkan bahwa ada efek daripada vaksinasi itu untuk mengurangi laju penyebaran Covid-19," ujar Sabaruddin.

Mengenai Prokes Covid-19, kata Sabaruddin tidak banyak yang berubah.

Dia menyebut justru yang mengalami perubahan adalah perilaku masyarakat sendiri. Sebab tingkat kewaspadaan masyarakat menurun saat Kabupaten Nunukan zero kasus Covid-19.

"Dulu selain arahan pemerintah untuk taat Prokes, memang ada kekhawatiran dari masyarakat agar tidak terjadinya penularan. Regulasi Covid-19 hampir tidak ada yang berubah. Yang berubah itu hanya soal tidak wajib pakai masker di ruang terbuka," tuturnya.

Lanjut Sabaruddin,"Di ruang tertutup tetap pakai makser, cuci tangan, jaga jarak, dan hindari kerumunan itu masih harus dipatuhi masyarakat," tambahnya.

Saat ini status PPKM di Kabupaten Nunukan masih level 1 dan kondisi wilayah penyebaran Covid-19 masuk zona hijau.

"Status PPKM memang level 1 dan banyak pelonggaran, tapi bukan bebas-sebebasnya. Kami tetap berharap masyarakat yang belum lengkap vaksinnya segera vaksin. Lalu tetap patuhi Prokes," ungkap Sabaruddin.

Kesadaran Vaksin Masyarakat Mulai Meningkat

Sabaruddin menuturkan bahwa kesadaran masyarakat Kabupaten Nunukan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 sudah mulai meningkat.

Baca juga: Belum Bisa Evaluasi Untung Rugi, Agen Berharap Kenaikan Harga Tiket Rp 300 Ribu Rute Tarakan-Nunukan

Saat ini kata dia untuk dosis 1 mencapai 92,8 persen atau 145.069 dosis. Lalu dosis 2 mencapai 75,9 persen atau 118.602 dosis. Berikutnya dosis 3 baru 23,0 persen atau 35.911 dosis.

"Kesadaran masyarakat untuk vaksinasi mulai meningkat. Mungkin karena keperluan atau kesadaran mau ikut vaksin," imbuhnya.

Diketahui saat ini jenis vaksin yang tersedia di Kabupaten Nunukan yakni Pfizer dengan jumlah 442 vial (1 vial 6 dosis). Masa kedaluwarsa vaksin sampai pada 01 November 2022.

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved