Nunukan Memilih

KPU Nunukan Tetapkan Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2022, 123.541 Pemilih Tersebar di 548 TPS

KPU Nunukan tetapkan data pemilih berkelanjutan atau DPB tahun 2022, sebanyak 123.541 pemilih tersebar di 548 TPS se Kabupaten Nunukan.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / FEBRIANUS FELIS
KPU Nunukan lakukan rapat koordinasi pemutakhiran DPB triwulan ketiga DPB tahun 2022, Kamis (29/09/2022), pagi. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan tetapkan Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) tahun 2022 sebanyak 123.541 pemilih yang tersebar di 548 TPS (tempat pemungutan suara).

Komisioner KPU Nunukan, Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Mardi Gunawan mengatakan pihaknya melaksanakan rapat koordinasi pemutakhiran DPB triwulan ketiga DPB tahun 2022.

"Ini merupakan rapat koordinasi terakhir untuk DPB tahun 2022. Bulan Oktober nanti kami sudah tidak melakukan pemuktahiran DPB lagi," kata Mardi Gunawan kepada TribunKaltara.com, Jumat (30/09/2022), pukul 14.00 Wita.

Menurutnya, sesuai PKPU Nomor 3 tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024, DPB sudah tidak dilakukan lagi pemutakhiran sejak akan diterima DP4 ( Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan) pada Oktober mendatang.

Baca juga: Belum Bisa Evaluasi Untung Rugi, Agen Berharap Kenaikan Harga Tiket Rp 300 Ribu Rute Tarakan-Nunukan

"Sesuai PKPU, DP4 yang akan kami terima 16 bulan sebelum hari pemungutan suara. 16 bulan itu terhitung dari 14 Oktober 2022. Oktober mendatang KPU RI akan turunkan DP4 yang diperoleh dari Dirjen Dukcapil," ucapnya.

Mardi menyebut DPB tahun 2022 sebanyak 123.541 pemilih yang tersebar di 548 TPS. Dari DPB sebelumnya pada Agustus 2022 ada penambahan 7 TPS.

Setelah DPB selesai, KPU Nunukan menunggu DP4 dari KPU RI untuk dilakukan proses penyusunan daftar pemilih.

"Karena hasil rekapitulasi DPB bulan Agustus kemarin 115.348 pemilih di 541 TPS. Dari DPT (Daftar Pemilih Tetap) tahun 2020 ke DPB 2022 ada kenaikan 5.778 pemilih atau 10,49 persen. DPT 2020 itu 117.763 pemilih," ujarnya.

Mardi prediksi daftar pemilih di Kabupaten Nunukan kemungkinan mengalami kenaikan, seiring bertambahnya jumlah penduduk.

"Ketika ada pindah datang dan secara legalitas masuk warga Nunukan, mereka pasti punya hak pilih di sini. Otomatis masuk dalam daftar pemilih kita. Bagaimana terjaring nanti kita lihat ketika proses pemutakhiran," tuturnya.

Alasan DPB Dilakukan Pemutakhiran Tiap Bulan

Mardi menjelaskan alasan DPB dilakukan pemutakhiran setiap bulan, karena jumlah penduduk suatu daerah sifatnya dinamis.

"Data DPB berfungsi sebagai data pembanding dengan DP4. Hasil akhirnya daftar pemilih untuk persiapan pemutakhiran data pemilih pada Pemilu 2024," ungkapnya.

Baca juga: Kamar Tahanan WBP Lapas Kelas IIB Nunukan Kembali Disidak, Petugas Temukan Barang Ini

Tak hanya itu, kata Mardi DPB juga menjadi acuan dalam melakukan proses pemetaan jumlah TPS termasuk penentuan titik lokasinya.

"DPB sekarang 500 pemilih per satu TPS. Sementara dipemuktahiran nanti 300 pemilih per TPS. Jadi kita bisa melihat TPS mana yang harus dipecahkan. Kemudian dari alamatnya sudah bisa diketahui lokasi TPSnya," imbuhnya.

Lanjut Mardi,"DPB akan kembali kami lakukan pemutakhiran setelah hari pemungutan suara. Karena masih ada daftar pemilih tambahan. Tapi itu prosesnya masih lama," pungkasnya.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved