Berita Daerah Terkini

Tambang Ilegal Ancam Kawasan Konservasi Orangutan di Samboja Kaltim, Lahan 2,71 Hektare Rusak

Aktivitas tambang batu bara ilegal mengancam kawasan konservasi orangutan yang dikelola Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Samboja.

Editor: Sumarsono
HO/Humas Polda Kaltim
Aktivitas tambang batu bara ilegal yang berada tak jauh dari kawasan konservasi orangutan yang dikelola Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Samboja, Kutai Kartanegara. 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN – Aktivitas tambang batu bara ilegal mengancam kawasan konservasi orangutan yang dikelola Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Samboja, Kutai Kartanegara.

Sedikitnya lahan seluas 2,71 hektare area konservasi orangutan tersebut telah dirusak oknum atas kepentingan tambang batu bara.

Lahan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.

Manager Regional BOSF Kaltim Aldrianto Priadjati dalam jumpa pers di Mapolda Kaltim, Jumat (30/9/2022) mengatakan, pihaknya melaporkan dugaan praktik tambang ilegal yang diketahui belum lama beroperasi.

Baca juga: Kejadian Langka! Orangutan di Kalimantan Tengah Membunuh & Memakan Kukang, Ini Penjelasan Peneliti

"Untuk tambangnya sendiri, perkiraan kami baru mulai tahun 2022 ini. Jadi belum lama, cuma kerusakannya cukup banyak yang ditimbulkan," ujar Aldrianto.

Kendati satwa orangutan yang dalam rehabilitasi di bawah naungan Yayasan BOSF tidak sampai terusik, tapi perlahan dipastikan akan mengancam ekosistem.

Pasalnya, tak sedikit pohon yang ditumbangkan. Padahal pohon yang rusak di titik penggalian batu bara itu, kata Aldrianto sudah ditanam sejak 2007 silam.

Ditambah, aktivitas tambang batu bara yang berpeluang mencemari suplai air bagi satwa dan masyarakat.

Baca juga: Sepekan Lebih Aktivitas Tambang Batu Bara PT KPUC Distop Sementara, DLH Malinau Evaluasi Penanganan

"Sekarang ini 125 ekor orangutan yang kita rehabilitasi, dan 72 beruang madu di sana," imbuhnya.

12 Orang Diamankan Tim Ditreskrimsus Polda Kaltim

Pada Rabu (28/9/2022) kemarin, Ditreskrimsus Polda Kaltim sempat mengamankan sedikitnya 12 orang dari lokasi temuan tambang ilegal.

Konferensi pers pengungkapan praktik tambang ilegal di kawasan konservasi orangutan dan beruang madu di kawasan konservasi BOSF Samboja di Mapolda Kaltim, Jumat (30/9/2022). // DWI ARDIANTO
Konferensi pers pengungkapan praktik tambang ilegal di kawasan konservasi orangutan dan beruang madu di kawasan konservasi BOSF Samboja di Mapolda Kaltim, Jumat (30/9/2022). // DWI ARDIANTO (Tribun Kaltim)

Selain itu, baran bukti berupa tumpukan batu bara sekaligus alat berat telah disita dalam rangka penyelidikan lebih lanjut.

Direktur Reskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono mengatakan, dari 12 orang yang diamankan, hanya satu orang yang ditetapkan tersangka.

Baca juga: Polda Kaltim Ungkap Kegiatan Tambang Ilegal di IKN Nusantara, Tiga Penambang Diamankan

"Ketika kita dalami dan melihat perannya masing-masing, pembuktiannya masih kurang. Hingga akhirnya ditetapkan satu tersangka selaku coordinator, juga operator lapangan," jelasnya.

Selanjutnya, Tim Ditreskrimsus masih akan menelusuri jejak yang disinyalir mendanai aktivitas tambang batu bara ilegal tersebut.

Menurut Indra, sudah ada identitas sekaligus profil yang telah dikantongi.

"Tinggal menunggu waktu untuk dilakukan penangkapan," tegasnya.

Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved