Berita Bulungan Terkini

Sebab Inflasi Tanjung Selor Tinggi, Bupati Bulungan Syarwani: Barang Didatangkan dari Luar Daerah

Sebab inflasi Tanjung Selor tinggi, 10 besar tertinggi tingkat nasional, Bupati Bulungan Syarwani: Barang didatangkan dari luar daerah.

TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI
Pedagang bahan pokok di Pasar Induk Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan Syarwani mengungkapkan sejumlah penyebab angka inflasi di Kota Tanjung Selor naik tinggi.

Diketahui, angka inflasi di Kota Tanjung Selor masuk dalam 10 besar tertinggi tingkat nasional sebab berada di angka 7,4 persen.

Syarwani menjelaskan, salah satu penyumbang inflasi ialah masih banyaknya kebutuhan barang di Kota Tanjung Selor yang didatangkan dari luar daerah, seperti halnya buku tulis.

Kata dia kondisi itu tak terelakan, sebab, Kota Tanjung Selor dan juga Bulungan belum mampu memenuhi semua kebutuhan dari dalam daerah.

Baca juga: UMKM Kaltara, Kisah Perjuangan Irma Sandiyani Pasarkan Produk Beras Merah Tenguyun Khas Bulungan

"Memang banyak pemicu inflasi, seperti barang-barang yang tidak kita produksi di sini, jadi harus didatangkan dari luar," kata Syarwani.

"Dan kalau harga BBM naik maka otomatis harga transportasi naik, otomatis cost-nya kan juga naik," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan arahan Presiden RI Joko Widodo pada Kamis lalu, pemerintah pusat meminta daerah untuk segera memanfaatkan pengalihan dana alokasi umum (DAU) 2 persen untuk program bantuan sosial.

Ia mengatakan, hal tersebut dapat diimplementasikan lewat sejumlah program seperti halnya operasi pasar.

"Ada beberapa hal, seperti pemanfaatan 2 persen dana DAU, termasuk kegiatan pelaksanaan operasi pasar," ungkapnya.

Lebih jauh, Syarwani optimis, angka inflasi di Tanjung Selor akan berangsur turun, karena hasil pengatamannya memperlihatkan stok komoditas kembali aman dan harga cenderung turun.

Baca juga: Masa Jabatan Wakil Bupati Bulungan Habis di 2024, Bocoran Karier Politik Ingkong Ala Selanjutnya

"Kalau untuk kondisi hari ini, dari harga cenderung mengalami penurunan, dari stok juga relatif aman, kalau daya beli juga kami lihat masih ada," kata dia.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved