Berita Tarakan Terkini

3 Korban Masih Trauma, DP3APPKB Tarakan Sebut Terapi Kesehatan Mental Dilakukan 5 Kali Sampai Sembuh

3 korban masih trauma, DP3APPKB Tarakan sebut terapi kesehatan mental dilakukan 5 kali sampai sembuh: Ternyata psikis mereka trauma berat.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Tarakan, Hj. Mariyam. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Update terkini kondisi korban dari pencabulan yang dilakukan oknum guru SMK swasta di Tarakan sudah dilakukan pendampingan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana ( DP3APPKB) Kota Tarakan Dra. Hj Mariyam menuturkan, pihaknya selalu bekerja sama dengan tim unit PPA Polres Tarakan.

Dan dalam hal ini dari pihak DP3APPKB mengambil celah dengan melakukan pendekatan secara fisik dan psikis terhadap korban.

“Ternyata psikis mereka trauma berat. Hal ini bisa kami lihat dari sikap dan perilaku korban yang penuh dengan ketakutan. Alhasil mereka bahkan sering tidak masuk sekolah, apalagi saat pelajaran UM (tersangka, oknum guru),” ungkap Mariyam.

Baca juga: Data Warga Binaan di Lapas Tarakan Selalu Berubah, KPU Tegaskan Sistem Bisa Terbaca di Disdukcapil

Ketiganya saat ini kembali aktif bersekolah. Tentu dengan mendapat pendampingan dari tim DP3APPKB Tarakan.

Untuk diketahui, ada satu korban mengalami rudapaksa oleh oknum guru tersebut. Dan dua orang lainnya dari sekolah yang sama juga turun menjadi korban pelecehan dan tak sampai dirudapaksa seperti pelapor awal.

Menyoal rasa trauma tiga korban aksi cabul ini, lanjut Mariyam, tampak terlihat jelas. Tim PPA telah melakukan pemeriksaan intensif selama dua kali.
Sehingga tahapan selanjutnya lanjut Mariyam tim DP3APPKB sedang terus berproses lakukan pendekatan menangani tiga korban tersebut dan kedua orang tua anak dengan menggunakan jasa psikolog.
Ia juga mengakui sudah bertemu dengan tersangka UM yang berstatus guru honorer di Tarakan dan mengajar agama.

“Kami sudah bertemu langsung tersangka cabul, yakni oknum guru pendidikan agama UM pada ruang khusus tertentu. Ya jujur, memang beliau merasa tidak melakukan itu, cuman kan ya dalam bukti visum kemudian bukti-bukti lain menunjukkan benar lah beliau adalah pelaku," bebernya.

Berdasarkan hasil pendekatan psikis tim DP3APPKB Kota Tarakan, dikatakan Mariyam ketiga korban tersebut dicabuli UM pada saat terlambat dijemput orangtua. Disanalah tiga orang korban dicabuli. Namun ketiga anak ini tidak melaporkan kasus tersebut karena merasa takut.

" Tapi kami belum tahu persis apakah ada ancaman atau tidak saya belum tahu persis, yang jelas mereka trauma berat," tuturnya.

Pendampingan dan terapi kesehatan mental yang dilakukan DP3APPKB terhadap tiga korban ini lanjut Mariyam akan dilakukan berkali-kali.

Baca juga: Cek Harga Tiket Dewasa dan Anak KM. Lambelu, Berangkat dari Tarakan Tujuan Akhir Makassar

“Bisa 4 hingga 5 kali hingga korban merasa nyaman dan aman. Sebab saat ini ketiga korban masih merasakan trauma dan takut. Ya minimal mengurangi rasa trauma dan takut lakukan terapi dengan anak itu, kalau lebih berat lagi bahkan bisa sampai ke psikiater," ujarnya.

Jika kondisi trauma berat tiga korban tersebut makin parah, lanjut Mariyam maka pihaknya akan meminta bantuan dari tim Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Cabang Kota Tarakan dan Psikolog.

“Sebab dalam hal ini DP3APPKB melakukan MoU dengan psikolog dan unit PPA Polres Tarakan. Sedang rumah sakit hanya dengan visum, sehingga hal-hal yang berkaitan dengan anggaran semua dibiayai oleh DP3APPKB Tarakan,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved