Berita Tana Tidung Terkini

Cerita Tukang Ojek di Kabupaten Tana Tidung, Pendapatan Seret Pasca Kenaikan Harga BBM

Semenjak BBM naik Heru tukang ojekmengaku, pendapatanya Dulu mencapai Rp 100 ribu lebih, pasca BBM naik sekarang Rp 50 ribu pun setengah mati dapatnya

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ RISNAWATI
Tukang Ojek di Pelabuhan Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung, Heru Tristiawan tanggapi BLT BBM dari Pemkab Tana Tidung. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Tak sedikit tukang ojek di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara terkena imbas naiknya harga bahan bakar minyak atau BBM.

Kepada TribunKaltara.com, salah satu Tukang Ojek, Heru Tristiawan menceritakan, pendapatannya berkurang semenjak harga BBM naik.

Sebelum harga BBM naik, dirinya bisa meraup pendapatan Rp 100 ribu lebih dalam sehari.

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Tana Tidung Akan Salurkan BLT BBM, Begini Tanggapan Tukang Ojek

Namun sekarang, Rp 50 ribu sehari pun sangat sulit ia dapatkan.

"Semenjak BBM naik ini jauh bedanya (penghasilan yang didapat). Dulu kita bisa dapat Rp 100 ribu lebih, sekarang Rp 50 ribu pun setengah mati dapatnya dalam sehari," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (3/10/2022)

Belum lagi para pengguna jasa ojek, yang tak ingin menggunakan layanan ojek jika tarif ojek dinaikkan.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Rugikan Tukang Ojek di Tana Tidung, Armis Ngaku Tak Naikkan Tarif, Ini Alasannya

Sehingga mau tidak mau, tukang ojek di Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung pun tak melakukan penyesuaian tarif.

Menurutnya, tarif tersebut tidak sesuai, jika barang yang diantarkan memiliki bobot yang berat.

"Macam kita antarkan barang orang, ndak mau dorang (mereka) kalau kita naikkan Rp 5 ribu, dikomplain kita.

Jadi tarif ongkirnya tetap Rp 20 ribu aja. Mau ndak mau kita terima saja, karena ndak ada kerjaan lain lagi," katanya.

Aktivitas pembagian bantuan sosial sembako bagi warga terdampak kenaikan BBM. Tampak personel menyasar supir angkot, penyapu jalanan dan tukang ojek di salah satu ruas Jalan Yos Sudarso, Jumat (9/9/2022).
Aktivitas pembagian bantuan sosial sembako bagi warga terdampak kenaikan BBM. Tampak personel menyasar supir angkot, penyapu jalanan dan tukang ojek di salah satu ruas Jalan Yos Sudarso, Jumat (9/9/2022). (KOLASE TRIBUNKALTARA.COM / HUMAS POLRES TARAKAN)

Begitu juga dengan tarif penumpang, yang sampai saat ini masih dipatok Rp 10-15 ribu.

Padahal, harga BBM eceran saat ini juga tengah naik Rp 13 ribu per botol.

Baca juga: Harga BBM Naik, Tukang Ojek di Kabupaten Tana Tidung ini Beri Alasan Tetap Pilih Beli Bensin Botolan

"Sebenarnya ndak sesuai lah tarifnya. Apalagi kalau kaya kita antar ke Sebidai, itu kan jauh. Kita mau kasih naik harga pun ndak mau mereka," ucapnya.

"Baru kita ini isi bensin satu botol aja sudah Rp 13 ribu. Kita ndak isi di sana (SPBU), Pom Bensin di sini itu jauh, kalau eceran kan dekat aja," ujarnya.

 

 

 

 

 

 

(*)

Penulis: Risnawati

 

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved