Berita Malinau Terkini

Penyaluran Bansos BBM Pemkab Malinau Sedang Tahap Pendataan, Pedagang Minta Warga Saling Berbagi

Alokasi 2 persen Dana Transfer Umum (DTU), Penyaluran Bansos BBM Pemkab Malinau sedang tahap pendataan, pedagang minta warga saling berbagi.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Suasana di Pasar Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Alokasi Dana Bantuan Sosial harga Bahan Bakar Minyak atau BBM Pemerintah Kabupaten Malinau telah dibahas melalui Perda APBD Perubahan 2022.

Setelah Perubahan APBD 2022 disetujui, alokasi 2 persen Dana Transfer Umum (DTU) akan segera disalurkan untuk Program Perlindungan Sosial.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Malinau tengah mendata sasaran melalui rukun tetangga, desa hingga pihak kecamatan.

Pelaku UMKM di Pasar Kuliner, Muslimin mengatakan telah mendengar terkait alokasi bantuan bagi warga terdampak kenaikan harga BBM.

Baca juga: Prioritas Tindak Pelanggaran Kasat Mata, Operasi Zebra Kayan di Malinau Fokus Daerah Rawan Laka

Menurutnya, saat ini hampir seluruh komoditas mengalami kenaikan di pasaran.

Sehingga bantuan tersebut harus dipastikan sampai kepada yang berhak.

"Alhamdulillah kalau ada. Kemarin ada orang kecamatan datang mendata di rumah. Katanya pak Bupati sudah intruksikan supaya sampai tepat sasaran. Karena sekarang harga barang naik semua di pasar," ujarnya saat ditemui di Malinau Kota, Senin (3/10/2022).

Sebelumnya, Bupati Malinau, Wempi W Mawa menerangkan alokasi Bansos untuk warga terdampak akan didata secara rinci.

"Kami akan pastikan agar alokasi Bantuan terhadap warga terdampak kenaikan harga BBM betul-betul sampai kepada masyarakat. Ini sebagai upaya menekan angka inflasi di daerah," katanya.

Baca juga: Dikucurkan Rp 2 Miliar Tahun Ini, Program BSPS NAHP Sasar 100 Rumah Tidak Layak Huni di Malinau

Sementara itu, Pengelola Warung di Desa Malinau Hulu, Ibnu menyampaikan pendataan dari pemerintah penting terhadap pemerataan distribusi sasaran.

Namun hal terpenting adalah kesadaran dari masyarakat sendiri. Untuk saling membantu warga yang lebih membutuhkan.

"Yang penting warganya sendiri ya. Kaya saya ini sudah dapat, kemarin didata, saya terus terang bilang saya sudah dapat pak. Kasih saja ke warga lain. Intinya saling ngertilah, kalau sudah dapat program lain, lebih baik ngasi ke yang lebih membutuhkan," ucapnya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved