INSIDEN MAUT DI STADION KANJURUHAN

Presiden UEFA: Tragedi Stadion Kanjuruhan Mengerikan, Aleksander Ceferin Ikut Berduka

Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyebut tragedi Stadion Kanjuruhan sangat mengerikan.

Twitter/@RoyNemer
Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyebut tragedi Stadion Kanjuruhan sangat mengerikan. 

TRIBUNKALTARA.COM - Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyebut tragedi Stadion Kanjuruhan sangat mengerikan.

Diketahui, tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan tersebut terjadi seusai Arema FC berhasil dikalahkan Persebaya.

Melihat kekalahan Arema FC, para suporter tuan rumah pun langsung melampiaskan dengan turun ke lapangan.

Banyaknya dari para suporter yang masuk ke lapangan membuat kerusuhan tidak dapat dihindarkan.

Akibat dari kerusuhan tersebut, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa kompetisi Liga 1 2022/2023 dihentikan sementara.

Baca juga: Cara Persebaya Lolos dari Kepungan Aremania di Stadion Kanjuruhan, Bonek Siapkan Aksi Mulia

"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan."

"Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," kata Mochamad Iriawan, dikutip dari situs resmi PSSI.

Dan hingga saat ini, Mochamad Iriawan terus berkoordinasi dengan pihak internal PSSI dan eksternal.

Dalam hal ini, pihak eskternal adalah aparat penegak hukum dan panitia pelaksana dari Arema FC.

Alexander Ceferin mengaku terkejut saat mengetahui kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya tersebut.

Mewakili sepak bola Eropa, Aleksander Ceferin pun menyampaikan ucapan belasungkawa kepada para korban tragedi kerusuhan Kanjuruhan.

Diketahui, sebanyak 125 orang meninggal dunia akibat tragedi kerusuhan tersebut.

Jumlah tersebut merupakan data terbaru per Minggu (2/10/2022), pukul 22.00 WIB.

Melalui akun Twitter resmi UEFA, Aleksander Ceferin menyampaikan ucapan belasungkawa kepada korban.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved