Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Ditangkap di Berau, Dua DPO Kasus Penipuan dan Penganiayaan Berhasil Dilumpuhkan Polisi

dua orang pelaku tersebut berhasil diamankan. Penangkapan Keberhasilan penangkapan atas kerja sama Unit Reskrim Polres Tarakan dan Polres Berau.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Penampakan dua orang pelaku saat diamankan di Rutan Polres Tarakan Selasa (4/10/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Pelaku kasus kriminal yang meresahkan masyrakat dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berhasil dibekuk aparat Unit Jatanras Reskrim Polres Tarakan.

Dua orang pelaku berhasil diamankan masing-masing berinisial BG dan RM. Keduanya juga masih berkaitan dengan aksi pengejaran yang dilakukan oleh personel Jatanras Polres Tarakan pada Selasa (27/9/2022) lalu karena pelaku kembali hendak kabur dan saat akan dilumpuhkan dengan timah panas, peluru yang ditembakkan ke arah pelaku DPO, mengenai salah seorang warga di sana.

Akhirnya dua orang pelaku tersebut berhasil diamankan. Penangkapan keduanya yang merupakan DPO ini juga berhasil dilakukan atas kerja sama Unit Reskrim Polres Tarakan dibantu Jatanras Direktorat Kriminal Umum Polda Kaltara dan Polres Berau Kaltim.

Baca juga: Buru DPO Kasus Narkoba, Polda Kaltara Tukar Informasi dengan Polis Diraja Malaysia

Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia didampingi Kasat Reskrim Polres Tarakan, IPTU Muhammad Aldi mengungkapkan, kasus keduanya terungkap bermula dua laporan masuk ke pihaknya di tanggal dan waktu berbeda.

Keduanya, RM dan BG dilaporkan terlibat penipuan dan penganiayaan. Untuk kasus pertama dikatakan Kapolres Tarakan, RM dan BG dilaporkan melakukan dugaan penipuan pada Senin (18/7/2022). Kemudian kasus kedua, dugaan penganiayaan pada Jumat (23/9/2022) lalu.

Dikatakan Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia, dua kasus tersebut berkaitan dengan tindak pidana sesuai informasi dan hasil penyelidikan terhadap dua orang pelaku sebagai terlapor merupakan orang yang meresahkan.

Baca juga: Dapat Perintah Supaya Simpan Ekstasi di Pondok Tambak, Ditresnarkoba Polda Kaltara Kejar 2 DPO Lagi

“Saat ini dasarnya baru ada dua LP. Untuk LP pertama pelapor bernama Sulaiman, melaporkan adanya penipuan. Berkaitan dengan penipuan, saudara H alias BG dan MR melakukan penipuan, dimana mereka akan menjual udang kering kepada Sulaiman dan ternyata setelah diberikan panjar Rp 3 juta, udang tidak ada dan uang dilarikan BG dan RM,” ungkap Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia dalam rilis persnya, Selasa (4/10/2022).

Ia melanjutkan, kronologisnya pada Senin (18/7/2022) sekitar pukul 17.00 WITA dan pelapor membuat laporan ke Polres Tarakan pada 27 September 2022.

Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia (kanan) didampingi Kasat Reskrim Polres Tarakan, IPTU Muhammad Aldi saat menggelar rilis pers  kasus penangkapan (DPO) kasus penipuan, penganiayaan dan dugaan pencurian yang meresahkan masyarakat Tarakan, digelar di Mapolres Tarakan, Selasa (4/10/2022).
Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia (kanan) didampingi Kasat Reskrim Polres Tarakan, IPTU Muhammad Aldi saat menggelar rilis pers kasus penangkapan (DPO) kasus penipuan, penganiayaan dan dugaan pencurian yang meresahkan masyarakat Tarakan, digelar di Mapolres Tarakan, Selasa (4/10/2022). (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Pelaku mendatangi korban bernama Sulaiman di RT 21 Kelurahan Selumit Pantai pada pukul 17.00 WITA dan menawarkan udang kering. Pelaku saat itu membawa sampel udang kering untuk mengelabui korbannya agar dianggap sebagai pengusaha penjual udang kering.

Lalu korban menyuruh rekannya melihat kondisi udang kering yang hendak dijual tersebut. Kemudian korban mengambil sejumlah uang dan menyerahkan kepada pelaku.

Akibat perbuatan itu, korban alias terlapor mendapatkan kerugian Rp 3 juta. Selanjutnya dikatakan Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia, untuk LP kedua, berkaitan dengan kasus penganiayaan dengan pelapor bernama Bakri.

Baca juga: Dijual ke Petani Rumput Laut, Pengedar Sabu di Sebatik Barat Diciduk BNNK Nunukan, Satu Orang DPO

Kronologisnya pada Jumat (23/9/2022) pukul 13.50 WITA menerima informasi dari rekannya, motornya hilang. Kemudian Bakri bersama rekannya melakukan pencarian dan melihat BG dan RM mendorong motor dengan ciri-ciri tersebut.

“Setelah ditegur, BG tidak terima dan melakukan pemukulan kepada Bakri menggunakan tangan kanan dan mengenai pipi korban,” urainya.

Korban, Bakri merasa keberatan dan melaporkan ke Polres Tarakan. Korban mengalami luka di bagian bibir dan lengan kanan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved