INSIDEN MAUT DI STADION KANJURUHAN

Tragedi Kanjuruhan: Reaksi Fatal Polisi Dikombinasi Manajemen Buruk Stadion, 6 Tersangka Ditetapkan

Banyaknya korban jiwa dalam tragedi Stadion Kanjuruhan adalah akibat reaksi fatal polisi yang dikombinasikan dengan manajemen buruk stadion.

SURYA/PURWANTO
Sejumlah suporter berdoa di depan pintu masuk tribun 12 Stadion Kanjuruhan pascakerusuhan yang menelan banyak korban jiwa, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Sejumlah saksi mata mengatakan, pintu tribun ini menjadi saksi bisu banyaknya korban suporter Aremania yang meninggal dunia usai laga sepak bola Liga 1 antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. SURYA/PURWANTO 

TRIBUNKALTARA.COM - Tragedi Stadion Kanjuruhan masih menjadi bahasan media asing jelang seminggu pasca kejadian yaitu Sabtu (1/10/2022).

Dilansir TribunKaltara.com dari Washingtonpost.com, Banyaknya korban jiwa dalam tragedi Stadion Kanjuruhan adalah akibat reaksi fatal polisi yang dikombinasikan dengan manajemen buruk stadion.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang professor di Universitas Keele di Inggris, Clifford Stott, yang mempelajari mengenai aturan dalam penanaganan penggemar olahraga.

Pernyataan Clifford Stott berdasarkan peninjauan video-video yang menunjukkan detik-detik tragedi maut di Stadion Kanjuruhan.

Cliff Stott bersama dengan pakar pengendalian massa lainnya dan empat pembela hak-hak sipil mengatakan, penggunaan gas air mata oleh polisi di Stadion Kanjuruhan tidak proporsional.

Sejumlah suporter berdoa di depan pintu masuk tribun 13 Stadion Kanjuruhan pascakerusuhan
Sejumlah suporter berdoa di depan pintu masuk tribun 13 Stadion Kanjuruhan pascakerusuhan yang menelan banyak korban jiwa, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Sejumlah saksi mata mengatakan, pintu tribun ini menjadi saksi bisu banyaknya korban suporter Aremania yang meninggal dunia usai laga sepak bola Liga 1 antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. SURYA/PURWANTO

Baca juga: Dirut PT LIB Ahmad Hadian Lukita Tersangka Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Ini Penjelasan Kapolri

"Menembakkan gas air mata ke tribun penonton saat gerbang terkunci kemungkinan besar tidak akan menghasilkan apa-apa selain korban jiwa dalam jumlah besar," katanya.

"Dan itulah tepatnya yang terjadi (di Stadion Kanjuruhan).

Pada malam kejadian di Stadion Kanjuruhan yaitu sekitar pukul 21:45, beberapa ratus penonton sudah berada di lapangan.

Dua menit setelah para pemain dikawal keluar lapangan, petugas keamanan yang menjaga pintu keluar mulai mendorong mundur kerumunan, membubarkan para penggemar. Ketegangan meningkat dengan cepat.

Petugas berseragam militer mulai mendorong penggemar kembali ke bagian 11, 12 dan 13, menendang mereka dan memukul mereka dengan tongkat dan perisai anti huru hara. Beberapa penonton terjatuh saat mereka mencoba memanjat pagar besi dan kembali ke tribun.

Sekitar pukul 21:50, polisi melakukan eskalasi dengan gas air mata. Asap yang disebabkan oleh suar dan gas melayang ke arah bagian tempat duduk selatan berdasarkan video yang ditunjukkan.

6 tersangka ditetapkan

Dirut PT LIB, Ahmad Hadian Lukita. (BOLASPORT)
Dirut PT LIB, Ahmad Hadian Lukita. (BOLASPORT) (BOLASPORT)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan tersangka insiden ricuh di Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan 131 korban meninggal dunia.

Direktur Utama PT LIB Ahmad Hadian Lukita resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved