Berita Bulungan Terkini

Gandeng Fasilitator Desa, Sekda Bulungan Risdianto Harap Pembangunan Nyata di Desa

Pelatihan fasilitator penting dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan menyatukan persepsi untuk program yang akan dikerjakan.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Kegiatan pelatihan fasilitator desa 10 Desa Lanskap Kayan di Tanjung Selor, 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Sekda Bulungan, Risdianto berharap dukungan stakehokder lain, yakni akademisi dan NGO dalam pembangunan di Bulungan, Kalimantan Utara.

Menurut Sekda Bulungan, Risdianto, era dunia hari ini, kolaborasi menjadi kata kunci untuk mempercepat pembangunan khususnya pembangunan di desa.

Ia mengatakan model kerja sama pentahelix yang diusung Pemkab Bulungan antara pemerintah dan stakeholder lainnya dimaksudkan sebagai upaya mempercepat pembangunan di Bulungan.

Baca juga: Progres RT Bersih Malinau Setahun Terakhir, Tata Kawasan Kumuh hingga Pembangunan Jalan Lingkungan

Hal itu ia ungkapkan saat membuka pelatihan fasilitator desa 10 Desa Lanskap Kayan yang didukung oleh NGO seperti Pionir, YKAN, di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, Senin (31/10/2022).

"Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri kita harus bergandengan tangan, dengan skema pentahelix ini diharapkan kerja sama dengan akademisi dan instansi lainnya," kata Risdianto.

Baca juga: Pembangunan BTS di Tengku Dacing Berproses, Diskominfo Tana Tidung Sebut Pembangunan Capai 90 Persen

Mantan Kepala Bappeda Litbang Kaltara ini mengatakan pelatihan bagi fasilitator atau penyuluh sangat penting untuk meningkatkan kapasitas serta menyatukan persepsi terkait program-program yang berbasis warga desa di Bulungan.

Dengan persamaan persepsi tersebut diharapkan target nyata dari berbagai program di beberapa desa di Bulungan dapat terlihat dan dirasakan manfaatnya oleh warga desa.

Pelatihan Fasilitator di Desa Bulungan 02 3110222
Sekda Bulungan Risdianto berharap dengan kolaborasi berbagai program di desa dapat terlihat manfaatnya

"Contohnya One Village One Product, Desa Digital, ketahanan pangan dan TAKE. Jadi semua bergerak bersama," kata dia.

"Karena ini bisa berkolaborasi, ini ada penyuluh ADD ada penyuluh kehutanan ada jadi semua bergerak bersama dengan locus yang sama," sambungnya.

Baca juga: Pembangunan Rumah Sakit Pratama Bunyu On Progres, Capaian Sudah 60 Persen, Diprediksi Selesai 2024

Lebih jauh dirinya mengatakan, jika kolaborasi 10 Desa Lanskap Kayan berjalan maksimal bukan tidak mungkin model kolaborasi seperti ini akan diterapkan di daerah lainnya.

"Konsepnya ini kalau dulu kita bicara semua, jadi sekarang lebih fokus di satu objek dulu jadi keberhasilannya bisa kita lihat betul," ungkapnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

 

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved