Berita Tarakan Terkini

Begini Kajian Epidomiologis Karantina, Saat Ditemukan Ada Daging Kerbau Beku Ilegal ke Tarakan

Daging kerbau beku ilegal yang ditemukan Balai Karantikan Perrtanian Kelas II A Tarakan masuk di Tarakan berasal dari Malaysia tak dilengkapi dokumen.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Tampak daging beku merek Allana hasil tangkapan personel Ditpolairud Polda Kaltara saat diserahkan dan dirilis di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Wilker Bandara Juwata Tarakan 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKANBalai Karantina Pertanian Kelas IIA Tarakan merilis kajian epidomiologis berkaitan pemasukan daging kerbau beku ilegal yang ditemukan masuk ke Tarakan, Kalimantan Utara

Dikatakan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas IIA Tarakan, Ahmad Alfian Mansuri, masih berkaitan pemasukan daging kerbau beku illegal asal Malaysia ke Kota Tarakan maupun wilayah lainnya di Provinsi Kalimantan Utara dapat berpotensi sebagai pembawa virus PMK.

Daging kerbau beku ilegal dari Malaysia lanjutnya, diketahui berasal dari negara India yang notabene nya belum bebas dari PMK. Maka, pemasukan daging kerbau beku illegal tanpa dilengkapi dokumen karantina dari negara asal ini menyebabkan tidak diketahuinya riwayat status kesehatan ternak dan riwayat penanganan ternak pasca disembelih.

Baca juga: Daging Ilegal Masuk di Tarakan Berpotensi PMK, Bakteri Salmonella Bisa Cemari di Luar Pendingin

“Virus PMK akan terinaktivasi dalam jangka waktu 3 hari pada daging yang mengalami pelayuan/pengasaman normal setelah pemotongan. Akan tetapi, daya tahan virus akan lebih lama apabila pH daging tersebut tidak turun di bawah pH 6,2. Hal ini kerap terjadi pada daging yang langsung didinginkan setelah pemotongan,” urai Ahmad Alfian Mansuri.

Ahmad Alfian Mansuri, melanjutkan, selain itu pada limfonodus, sumsum tulang, jeroan dan sisa-sisa gumpalan darah yang beku atau didinginkan, virus PMK bisa bertahan selama beberapa bulan.

“Informasi terkait riwayat kesehatan ternak dan penanganan pasca disembelih inilah yang tidak kita temukan pada daging kerbau beku yang dimasukan secara illegal sehingga berpotensi sebagai pembawa virus PMK.

Baca juga: Dua Warga Nunukan Bawa 9 Karung Daging Ilegal, Saat Satgas Pamtas RI-Malaysia Sweeping di Lokasi Ini

Pengaruh ekonomi apabila wabah PMK masuk sangat besar dan merugikan peternak, indrustri dan masyarakat secara keseluruhan,” paparnya.

Termasuk lanjutnya, pengaruh kerugian ekonomi yang terjadi secara langsung yaitu penurunan produktivitas dan penurunan bobot badan, kematian maupun kerugian negara yang timbul akibat program pengendalian dan penggulangan khususnya tindakan pemberantasan.

“Hilangnya kesempatan ekspor hewan dan produk hewan yang berpengaruh terhadap devisa negara. Indrustri Pariwisata juga turut merasakan dampak dari masuknya PMK dimana wisatawan yang berasal dari negara penghasil ternak enggan berkunjung karena takut membawa virus tersebut masuk ke negaranya,” jelasnya.

Ahmad Alfian Mansuri 11112022
Ahmad Alfian Mansuri, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan.

Ia menambahkan, pengaruh sosial tidak kalah pentingnya terjadi apabila wabah PMK masuk bagi aktifitas masyarakat terutama saat pelaksanaan program pemberantasan penyakit.

“Wabah PMK juga akan mempengaruhi tenaga kerja di bidang peternakan maupun bidang lainnya yang terdampak wabah. Pada tingkat individu dan keluarga terutama peternak kecil, kemungkinan pengaruh social yang terjadi adalah meningkatnya stress akibat kematian ataupun akibat program pemberantasan dan juga terdapat batasan dalam melaksanakan aktivitas dalam beternak maupun melalulintaskan ternak,” bebernya.

Apabila PMK masuk ke Provinsi Kalimantan Utara kata Alfian, sentra peternakan dapat mengalami potensi kerugian ekonomi yang signifikan. Adanya penerapan zonasi dalam melalulintaskan ternak selama wabah PMK mengakibatkan ternak tidak bisa keluar secara bebas.

Baca juga: Penjelasan Balai Karantina Pertanian Tarakan Terkait Daging Ilegal, Waspada Penyakit Mulut dan Kuku

“Pemberlakuan masa karantina 14 hari dan pengujian laboratorium turut menambah biaya produksi ternak sehingga harga jual hewan ternak maupun produknya ke masyarakat cenderung tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan data IQFAST Karantina Pertanian, untuk sapi, kerbau, kambing dan domba merupakan hewan ternak yang sering didatangkan ke Provinsi Kalimantan Utara untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved