Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Terima Kunjungan Konjen Republik Filipina di Manado, Wali Kota Tarakan Ingin Perkuat Kerja Sama ini

Wali Kota Tarakan dr Khairul terima kunjungan kehormatan Konjen Republik Filipina di Manado, perkuat kerja sama perdagangan ekonomi dan pedidikan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
SYAFI/DOKUMENTASI HUMAS PEMKOT TARAKAN
Wali Kota Tarakan dr.H.Khairul, M.Kes., menerima kunjungan kehormatan Konsulat Jenderal Republik Filipina di Manado bertempat di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (14/11/2022) pagi tadi. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKANWali Kota Tarakan dr Khairul, M.Kes., menerima kunjungan kehormatan Konsulat Jenderal Republik Filipina di Manado bertempat di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (14/11/2022) pagi tadi.

Hadir dalam kesempatan ini Consul General of the Philippines in Manado Angelica C. Escalona, Vice Consul of the Philippines in Manado Manuel C.Ayap, Border Crossing Officer Filipina di Tarakan, para Asisten Pemerintah Kota Tarakan, dan Kepala OPD terkait.

Wali Kota di kesempatan ini mengungkapkan, melalui kunjungan ini ke depannya diharapkan dapat meningkatkan hubungan kerja sama antar Indonesia dan Republik Filipina khususnya di daerah perbatasan.

“Hubungan kerja sama di 06bidang ekonomi dan pariwisata semoga dapat terjalin guna meningkatkan pendapatan daerah Kota Tarakan,” ungkap Wali Kota Tarakan.

Baca juga: Lima Jadwal Speedboat Kaltara dari Tarakan Tujuan Nunukan Berangkat Siang, Senin 14 November 2022

Ia yang diwawancarai usai pertemuan menjelaskan, kunjungan kehormatan ini sebenarnya rutin dilaksanakan tidak hanya dari Konsulat Jenderal Republik Filipina, juga ada dari Malaysia dan Brunei Darusalam.

Dikatakan Khairul, kerja sama ini ke depannya banyak hal yang bisa dikembangakan bersama di Indonesia khususnya di Tarakan. Ada sejumlah hal yang didiskusikan olehnya bersama rombongan konsulat.

“Tadi kita diskusikan bagaimana pembukaan transportasi apakah itu transportasi laut, udara antara Indonesia khususnya Tarakan dengan Filipina yang saat ini dekat jangkauannya dengan Tawi-Tawi,” ujarnya.

Karena lanjutnya memang, secara historis, Tarakan juga ada memiliki warga dari Filipina.

“Karena kita dulu perbatasan, sekarang kalau disebut suku Bajau itu memang kebanyakan kan masih aslinya dari sana. Tentu kerja sama ke depan saya kira menjadi sangat penting,” beber Khairul.

Bahkan lanjutnya, termasuk perdagangan dari Tarakan dan Tawi-Tawi, yang selama ini sudah terjalin di antaranya ada pengiriman rokok, minyak goreng dan komoditass lainnya.

“Begitu juga dalam hal pengembangan pendidikan mungkin bisa ke kota besarnya seperti Mindanau atau Manila, selama ini beberapa anak-anak kita ada yang bersekolah di sana, khususnya ada yang ambil pilot. Ada kedokteran, walaupun tidak sebanyak mereka yang kuliah ke China tapi ada juga ke Filipina termasuk ke Malaysia,” bebernya.

Sebalikya kata Khairul, pihaknya turut memperkenalkan dan menwarkan Universitas Borneo Tarakan saat ini berstatus negeri. Diharapkan ada pengembangan lebih progresif karena selanjutnya tim bergerak ke UBT.

Baca juga: 8 Speedboat Reguler Rute Nunukan-Tarakan Berangkat Hari Ini, Senin 14 November 2022

“Semoga bisa lebih implementatif dan tidak hanya dalam tataran diskusi tapi juga implementasinya lebih baik lagi. Termasuk dalam hal pengembangan pariwisata, itu menjadi penting dari sana ke Tarakan atau sebaliknya, saya kira suatu hal perlu kita diskusikan lebih jauh,” jelasnya.

Termasuk kerja sama dari sisi ekonomi karena selama ini persoalan dari sisi hukum pelanggaran perbatasan sudah berjalan.

“Kita mau yang lebih menguntungkan lagi antara kedua negara, ekonomi perdagangan, pendidikan, pariwisata yang mungkin gampang. Kalau memungkinkan industri itu juga paling bagus,” tukasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved