Berita Tarakan Terkini

Odi Sanjaya Meninggal di RSUD Tarakan, Korban Sempat Selamatkan Atlet saat Kecelakaan Maut Terjadi

Odi Sanjaya Official Taekwondo PPU meninggal dunia di RSUD dr.H. Jusuf SK, almarhum sempat selamatkan atlet saat kecelakaan maut terjadi.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Keluarga saat menunggu jenazah almarhum Odi di ruang jenazah RSUD dr.H.Jusuf SK Kota Tarakan sebelum diterbangkan ke Balikpapan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKANOdi Sanjaya Putra, Official Taekwondo PPU dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (23/11/2022) di RSUD dr H Jusuf SK.

Odi Sanjaya Putra meninggal usai sempat ditangani selama satu jam oleh pihak RSUD setelah dilakukan rujukan ke Kota Tarakan pada

Dikatakan Saiful Rahman, Sekretaris Umum Koni Penajam Paser Utara (PPU) sekaligus Ketua Panitia Besar Porprov 7 Penajam Paser Utara, almarhum Odi saat dirujuk sudah dalam kondisi luka berat.

Ia menceritakan bagaimana kronologis kejadian kecelakaan yang menimpa rombongan atlet dari PPU Provinsi Kaltim tersebut.

Baca juga: Tarakan Miliki Sesar Potensi Tsunami, Ini Titik Lokasi Pengungsian yang Ditetapkan BPBD

Saat itu, rombongan atlet berangkat untuk kloter pertama pada Rabu, 16 November 2022 dari PPU sekitar pukul 11.00 WITA dilepas oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga PPU.

Mereka ke Berau dalam rangka mengikuti Porprov ke-7 Kaltim.

Ada tiga cabang yang diperlombakan turut diikuti rombongan atlet di antaranya ada Taekwondo dan Wushu dan Bridge.

Rombongan sengaja datang terlebih dahulu sebelum pembukaan tanggal 26 November 2022 mendatang. Karena technical meeting (TM) dijadwalkan tanggal 17 November 2022.

“Makanya tanggal 16 November berangkat. Atlet Taekwondo saat ini sudah selesai dan sudah dipulangkan semua karena trauma naik jalan darat, dua kali terguling. Saya belum lihat juga tanjakan di sana, memang Kecamatan Klay tinggi, mungkin driver bus di sana jam terbang ke Berau kurang,” ujarnya.

Lalu lanjutnya, Kamis tanggal 17 Novembernya kejadian kecelakaan terjadi diperkirkaan, pukul 12.10 WITA.

“Kalau tidak salah itu dikabarkan terjadi kecelakaan, saya tidak ikut dengan rombngan saat itu. Armada yang dipakai dua bus, dimana salah satunya ditumpangi panitia enam orang di kendaraan Inova,” urainya.

Kemudian lanjutnya, bus pertama dan kedua berbeda jaraknya ada sekitar 100 meter. Saat menanjak, bus yang ditumpangi tak kuat menanjak dan mundur dan langsung membanting ke kiri dan masuk ke jurang.

“Jadi terbalik, terguling satu kali baru masuk ke jurang. Kejadian ini, empat orang luka berat, sisanya 11 orang yang luka ringan, 14 orang lainnya mengalami memar, keseleo bengkak, dan luka ringan ada yang dijahit. Dan dua orang paling parah, dibawa ke Rumah Sakit Berau,” ujarnya.

Selanjutnya, keduanya harus dirujuk ke RS Samarinda atau di Balikpapan namun perjalanannya cukup jauh, akhirnya opsi lain dipilih Kota Tarakan karena dinilai RSUD dr.H. Jusuf SK juga dinilai layak dan memiliki kelengkapan fasilitas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved