Berita Malinau Terkini

Beredar Video Pendek Tuding Ikan di Pasar Pelangi Malinau Beracun, Klarifikasi Penjual: Itu Fitnah

Pedagang di Pasar Pelangi Malinau bereaksi atas tudingan adan ikan beracun yang dijual di pasar. Sebut tudingan itu fitnah dan rugikan pedagang.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
ILUSTRASI - Aktivitas jual beli di Pasar Pelangi Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (27/11/2022). (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Penjual dan masyarakat dibuat resah beredarnya dua video berdurasi pendek yang menyebarluas di Malinau, Kalimantan Utara.

Dalam potongan video pendek berdurasi 13 dan 19 detik tersebut, perekam menyebut ikan yang dibeli dari Pasar Pelangi Malinau beracun.

Video memperlihatkan dua ekor hewan yang mati.

Perekam menyebut hewan tersebut mati seusai mengonsumsi ikan tersebut.

Beredarnya video tersebut membuat resah pendagang dan penjual ikan di Pasar Pelangi Malinau

Perwakilan penjual ikan di Pasar Pelangi Malinau, Nurjali mengatakan pedagang dan penjual dibuat resah karena tudingan tanpa didasari fakta.

Jon sapaan akrabnya menyebut tudingan tersebut fitnah semata dan sangat merugikan penjual.

"Video yang sudah menyebarluas itu sangat merugikan kami pedagang dan penjual.

Pada hari yang sama, kami sudah buktikan di depan petugas, kalau tuduhan itu tidak benar," ujarnya saat dikonfirmasi TribunKaltara.com di Pasar Pelangi Malinau, Minggu (27/11/2022).

Baca juga: Curah Hujan Tinggi & Stok Menyusut, Harga Cabai Rawit di Pasar Malinau Naik hingga Rp 130 Ribu/Kilo

Kejadian tersebut direkam kemarin, Sabtu (26/11/2022) sore.

Perekam sempat mendatangi lapak pedagang meminta pertanggungjawaban.

Penjual kata Jon, membuktikan bahwa ikan yang dijual tidak beracun seperti yang dituding pembeli dalam video tersebut.

Untuk membuktikan kebenarannya, penjual mengonsumsi ikan yang dijual pada hari yang sama.

"Kemarin sore mereka ada sempat datang ke pasar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved