Berita Malinau Terkini

Dituding Jual Ikan Beracun, Pedagang di Pasar Pelangi Malinau Tuntut Klarifikasi Penyebar Video

Pengelola Pasar Pelangi, Heriyanto menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum pembeli yang tuding adanya ikan beracun dijual pedagang

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Ketua RT 4 Desa Malinau Kota, Heriyanto sekaligus pengelola pasar saat ditemui dan menyampaikan klarifikasi di Pasar Pelangi Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (27/11/2022). (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Video pendek terkait klaim ikan beracun di Pasar Pelangi Malinau kini telah menyebarluas melalui media sosial di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Minggu (27/11/2022).

Dua potongan video berisi rekaman yang menyebutkan ikan yang baru dibeli di Pasar Pelangi Malinau diduga beracun tersebut direkam pada Sabtu (26/11/2022) sore.

Kendati telah diklarifikasi oleh perwakilan pasar, video terkait tuduhan ikan beracun tersebut telah tersebarluas melalui grup media sosial.

Ketua RT 4 Desa Malinau Kota sekaligus Pengelola Pasar Pelangi, Heriyanto menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum pembeli tersebut.

Sebelumnya persoalan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan karena awalnya hanya karena kesalahpahaman.

"Video yang sudah menyebarluas di masyarakat ini sangat meresahkan dan mengecewakan para pedagang. Karena dampaknya sangat sensitif sekali, berpengaruh pada aktivitas jual beli," ujarnya saat ditemui TribunKaltara.com, Minggu (27/11/2022).

Baca juga: Beredar Video Pendek Tuding Ikan di Pasar Pelangi Malinau Beracun, Klarifikasi Penjual: Itu Fitnah

Heri menjelaskan permasalahan ini berawal dari transaksi jual beli.

Video yang tersebarluas memperlihatkan 2 hewan yang mati karena mengonsumsi ikan yang diperoleh dari Pasar Pelangi.

Pembeli yang diyakini merupakan perekam video komplain ke Pasar Pelangi dan menuding ikan bandeng yang dijual kepadanya beracun pada Sabtu (26/11/2022) sore.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan penjual menepis tudingan tersebut dengan cara memakan ikan yang dijual pedagang.

Untuk membuktikan dagangannya tidak beracun seperti yang dituduhkan.

"Saat itu, teman kami dari pedagang inisiatif bawa ikan yang sudah dimasak dan dibeli tadi ke Dinas Kesehatan.

Barang ini kemudian dibawa ke Polsek. Karena pembeli tidak puas, salah satu pedagang, makan ikan tadi untuk membuktikan ikan tersebut baik-baik saja," katanya.

Awalnya, kata Heri, penyelesaian masalah hingga ke Polsek Malinau Kota tersebut telah diselesaikan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved