Berita Malinau Terkini

Video Ikan Beracun di Pasar Pelangi, Dinkes Malinau Periksa Sampel, Polisi Diminta Usut Masalah Ini

Pedagang ikan di Pasar Pelangi Malinau minta polisi juga ikut membantu agar permasalahan vieo viral ikan beracun ini dapat diselesaikan.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Aktivitas jual beli di Lapak penjualan Ikan Pasar Pelangi Malinau, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (28/11/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Heboh Video Viral  yang sebut ikan mengandung zat berbahaya di Pasar Pelangi, Malinau, Kalimantan Utara ditanggapi Dinkes Malinau.

Sesuai dua potongan Video Viral tersebut menyebarluas di sosial media, untuk itu, Dinkes Malinau telah menurunkan tim memeriksa sampel dagangan penjual ikan di Pasar Pelangi.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluaega Berencana Malinau, Makson menerangkan sehari sebelumnya sampel telah diperiksa oleh petugas.

Baca juga: Dituding Jual Ikan Beracun, Pedagang di Pasar Pelangi Malinau Tuntut Klarifikasi Penyebar Video

Sampel telah diambil dan selanjutnya diperiksa di Laboratorium pada hari yang sama, yakni Minggu (27/11/2022) pagi.

"Dari Dinas Kesehatan kami sudah turun memeriksa sampel ikan, kemarin. Sampel yang diambil itu ikan Bandeng yang sudah jadi, sudah dimasak.

Selanjutnya dibawa ke Lab untuk diperiksa," ungkap Makson,saat ditemui di Malinau Kota, Senin (28/11/2022).

Sebelumnya diberitakan TribunKaltara.com, Perwakilan Penjual ikan di Pasar Pelangi membantah dagangan yang dijual mengandung zat berbahaya.

Baca juga: Beredar Video Pendek Tuding Ikan di Pasar Pelangi Malinau Beracun, Klarifikasi Penjual: Itu Fitnah

Penjual memakan ikan dagangan yang telah dimasak untuk membuktikan fakta seperti yang dituduhkan dalam Video Viral tersebut.

Perwakilan Pasar Pelangi Malinau, Heriyanto turut meminta Dinas Kesehatan membuktikan benar tidaknya dagangan penjual mengandung racun.

Kepala Dinkes Malinau Makson 28112022
Kepala Dinas Kesehatan PPKB Malinau, Makson saat dimintai keterangannya di Lansekap Pro Sehat Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (28/11/2022).

Selain itu, Penjual meminta polisi membantu menyelesaikan persoalan ini karena sangat merugikan penjual dan merusak citra pasar.

"Kami resah dan kecewa karena ini. Kami sebagai pedagang minta supaya pihak berwajib tolong cari siapa yang edarkan video ini. Supaya bisa diselesaikan dan klarifikasi. Karena ini besar dampaknya ke masyarakat, khususnya para pedagang," katanya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved