Berita Nunukan Terkini

Niat Fasilitasi 9 Calon PMI Bekerja Secara Ilegal di Malaysia, Polres Nunukan Amankan Seorang Pria

Niat fasilitasi 9 calon Pekerja Migran Indonesia atau PMI bekerja secara ilegal di Malaysia, Polres Nunukan amankan seorang pria.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
(HO/ Federiko Humas Polres Nunukan)
Terduga pelaku inisial AS (49) diamankan ke Mako Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan, pada Senin (28/11/2022), pagi. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Unit Reskrim Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan mengamankan seorang pria yang diduga akan memfasilitasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk bekerja secara ilegal di Malaysia, pada Senin (28/11/2022), sekira pukul 09.30 Wita.

Pria yang diamankan tersebut inisial AS (49) di rumahnya Jalan Pesantren, Kelurahan Nunukan Timur.

Kasi Humas Polres Nunukan, Iptu Siswati mengatakan pelapor yang merupakan seorang anggota Polri bersama beberapa saksi mendapatkan informasi akan ada aktivitas penyeberangan ilegal yang diduga PMI, di jembatan tradisional Jalan Pangkalan H Muhktar.

"Setelah anggota kami cek ternyata benar. Lalu kami mengamankan 9 calon PMI tersebut yang rencana akan diseberangkan secara ilegal ke Malaysia," kata Iptu Siswati kepada TribunKaltara.com, Selasa (29/11/2022), pukul 14.00 Wita.

Baca juga: KPU Nunukan Susun 2 Rancangan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Dalam Pemilu 2024

Siswati mengaku dari hasil interogasi 9 calon PMI tersebut tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dari Kota Pare-pare, Sulawesi Selatan.

"Mereka ke Nunukan menggunakan kapal swasta KM Tahlia. Mereka rencana berangkat ke Malaysia menggunakan speedboat dari Nunukan menuju Bambangan kemudian lanjut ke Malaysia," ucapnya.

Menurut Siswati, 9 calon PMI tersebut rencana akan difasilitasi berangkat ke Malaysia secara ilegal.

"Setelah tahu soal pria yang akan fasilitasi calon PMI berangkat secara ilegal, personel Unit Reskrim Polsek KSKP mencari dan dilakukan upaya paksa di rumahnya," ujarnya.

Siswati katakan terduga pelaku mengetahui 9 orang calon PMI tersebut ingin bekerja di Malaysia namun tanpa dokumen paspor.

Terduga pelaku dipersangkakan Pasal 120 ayat (1) dan (2) Undang-undang RI Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Keimigrasian jo Pasal 81 Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved