Berita Nunukan Terkini

Pemkab Nunukan Beri Atensi Higienitas Jajanan Anak Sekolah, Serfianus: Perlu Sinergitas Semua Pihak

Pemkab Nunukan beri atensi soal higienitas jajanan anak sekolah, Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Serfianus: Perlu sinergitas semua pihak.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / FEBRIANUS FELIS
Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Serfianus menyerahkan sertifikat juara I kategori PJAS (pangan jajanan anak sekolah) Aman tahun 2022 kepada Sekolah MA AL Ikhlas Nunukan, Rabu (30/11/2022), siang. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan beri atensi soal higienitas jajanan anak sekolah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Serfianus mengatakan masalah pangan merupakan isu strategis yang sedang ramai diperbincangkan oleh semua kalangan.

Menurutnya selain menyangkut ketersediaan pangan, masalah lain yang menjadi perhatian sekarang ini adalah soal keamanan Bahan Pangan dari sisi kesehatan.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa bahan pangan, termasuk jajanan untuk anak di sekolah, aman dan layak untuk dikonsumsi," kata Serfianus kepada TribunKaltara.com, Rabu (30/11/2022), sore.

Baca juga: Ribuan Kosmetik Ilegal Asal Malaysia Diamankan, Bea Cukai Nunukan Taksir Harga Jual Capai Rp500 Juta

Hal yang sama Serfianus sampaikan saat membuka acara monitoring dan evaluasi program advokasi terpadu desa pangan aman, pasar pangan aman berbasis komunitas, dan intervensi pangan jajanan anak sekolah tahun 2022.

Diketahui acara tersebut diselenggarakan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan.

"Aman dalam artian memenuhi standar kesehatan yang disyaratkan. Serta tidak mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi manusia," tambah Serfianus.

Dia menyebut persoalan higienitas jajanan anak sekolah sudah menjadi masalah yang cukup kompleks di Kabupaten Nunukan.

Bahkan kata Serfianus, jajanan yang dijual di sekolah sebagian besar kurang memenuhi standar kesehatan.

Lantaran mengandung bahan pewarna, pengawet, dan bahan-bahan kimia yang bila dikonsumsi dalam jangka panjang akan merugikan kesehatan.

"Tidak heran jika kita mendengar ada kasus anak sekolah yang masih berusia muda, SMP atau SMA, sudah terkena diabetes, hipertensi, dan penyakit kronis lainnya. Semua itu berawal dari pola makan yang tidak sehat," ucapnya.

Untuk memecahkan persoalan yang kompleks tersebut, Serfianus menuturkan perlu sinergitas dari semua pihak. Baik orang tua, para guru, masyarakat, hingga pemerintah selaku regulator.

Berkaitan dengan hal itu, Pemkab Nunukan menyambut baik pelaksanaan program desa pangan aman, pasar pangan aman berbasis komunitas dan intervensi pangan jajanan anak sekolah aman yang dilaksanakan oleh Balai POM Tarakan.

"Perlu sinergitas semua pihak. Termasuk penting melakukan monitoring dan evaluasi, untuk mengukur sejauh mana keberhasilan dari program tersebut. Jadi kita bisa tahu apa yang harus ditingkatkan dan diperbaiki menuju pangan yang aman untuk dikonsumsi," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved