Berita Kaltara Terkini

Pesan Waspada Presiden di Tahun 2023, KPwBI Kaltara Target Proyeksi Inflasi di Angka 4,18 Persen

Presiden RI Joko Widodo beri pesan hati-hati dan waspada di tahun 2023, KPwBI Kaltara target proyeksi inflasi di angka 4,18 persen

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara yang menggelar kegiatan Pertemuan Tahunan BI Kaltara di Ruang Serbaguna Kantor Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Rabu (30/11/2022) siang. Dalam pertemuan itu, sekaligus mendengar arahan Presiden RI Joko Widodo berkaitan dengan perekonomian di tahun 2023 mendatang. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKANPresiden RI Joko Widodo hadir dalam pertemuan Bank Indonesia Tahun 2022, Rabu (30/11/2022).

Dalam pertemuan ini juga turut dilaksanakan live streaming bersama seluruh Bank Indonesia dari masing-masing provinsi termasuk Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara yang menggelar kegiatan Pertemuan Tahunan BI Kaltara di Ruang Serbaguna Kantor Perwakilan atau KPwBI Provinsi Kaltara siang tadi.

Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan situasi global saat ini sedang tidak pasti dan ruwet serta complicated.

“Situasi saat ini sulit dihitung, sulit diprediksi, tidak ada yang bisa memprediksi berada di angka berapa, tidak jelas, sehingga semuanya pusing. Misalnya satu saja, harga minyak siapa bisa menentukan, saya tanya produsen minyak yang besar, tidak bisa memprediksi,” beber Presiden RI Joko Widodo.

Baca juga: Gempa Terkini Rabu 30 November 2022 Malam Ini, Gempa Getarkan Timur Laut Sarmi Papua, Magnitudo 5.0

Wawancara bersama Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Dodi Hermawan (tengah), Bambang Irwanto (kanan) usai kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Provinsi Kaltara Tahun 2022, Rabu (30/11/2022).
Wawancara bersama Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Dodi Hermawan (tengah), Bambang Irwanto (kanan) usai kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Provinsi Kaltara Tahun 2022, Rabu (30/11/2022). (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH)

Kemudian lanjutnya, begitu juga harga tiket dan lainnya sehingga, di tahun 2023 mendatang, semua harus benar-benar hati-hati dan waspada.

“Saya setuju kita harus optimis, tapi tetap hati-hati dan waspada,” tegasnya.

Ia melanjutkan, pertama, dari sisi ekspor Indonesia, tahun ini melompat tinggi sekali, namun melompat tinggi ini bisa saja di tahun berikutnya menurun.

“Problem negara Tiongkok belum selesai, ekonomi mereka juga turun karena masih Covid. Kemudian Uni Eropa sama, kelemahan ekonomi pasti, resesinya kapan? Tinggal tunggu waktu saja. Pelemahan ekonomi pasti ada,” ungkapnya di hadapan seluruh peserta yang hadir dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia tersebut.

Dengan ekspor Indonesia yang besar ke negara Tiongkok, Uni Eropa, Cina maka tetap harus ada kewaspadaan diterapkan.

Karena lanjutnya yang kedua, berkaitan dengan investasi. Saat ini Indonesia memiliki trust atau kepercayaan dari luar.

Namun tentu dalam implementasinya di lapangan harus sejalan.

Dari semua reformasi struktural, industri keuangan, kesehatan, UU, harus ada dibangun cara kerja baru dan mindset baru.

“Sehingga itulah yang bisa menimbulkan trust. Tapi hati-hati. Kita masih perlu reformasi dan implementasi di lapangan,” tegasnya.

Ia melanjutkan, menjaga ekonomi tahun depan sangat memengaruhi berkaitan dengan konsumsi. Di kesempatan ini, ia juga berpesan kepada seluruh unsru terkait, hati hati pasokan pangan dan energi harus betul-betul dijaga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved