Berita Nunukan Terkini

Puluhan Karpet Ilegal Asal Malaysia Diamankan Polisi di Nunukan, Rencana Dikirim ke Sulawesi Selatan

Puluhan karpet ilegal asal Malaysia yang masuk melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan digagalkan oleh kepolisian.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM / FELIS
Kapolsek KSKP Nunukan Ipda Rianto saat menyerahkan 36 karpet ilegal asal Malaysia kepada Kantor Bea Cukai Nunukan pada Sabtu (03/12/2022), sore. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Jajaran Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Polres Nunukan, Kalimantan Utara atau Kaltara mengamankan puluhan karpet ilegal asal Malaysia yang masuk melalui Pelabuhan Tunon Taka pada Jumat, (02/12/2022), siang.

Kapolsek KSKP Nunukan Ipda Rianto mengatakan saat itu personel Polsek KSKP melaksanakan pengamanan kegiatan debarkasi penumpang dan barang KM Queen Soya yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka.

Saat masih melakukan kegiatan debarkasi barang, personel KSKP Nunukan melihat sebuah mobil pick up memuat tumpukan barang masuk ke arah dalam dermaga pelabuhan.

"Begitu personel kami mendekati mobil pick up itu dan melakukan pengecekan muatan, ternyata barang yang dimuat berupa tekstil jenis karpet dari Malaysia," kata Rianto kepada TribunKaltara.com, Minggu (04/12/2022), pukul 10.00 Wita.

Baca juga: Polsek Sebatik Timur Bongkar Penyelundupan Pakaian Bekas Asal Malaysia, Hendak Dikirim ke Tarakan

Rianto menyebut ada sebanyak 7 ball karpet nomor 1 ukuran 190x270 cm dengan rincian 1 ball berisikan 5 lembar karpet dengan total keseluruhan 36 lembar karpet.

"Jadi ada satu ball yang isinya 6 lembar jadi total keseluruhan 36 lembar karpet," ucapnya.

Ia menuturkan pelaku usaha memasukkan barang tekstil jenis karpet dari Malaysia tanpa dokumen kepabeanan ke wilayah Indonesia.

"Jadi rencana 36 lembar karpet itu mau dinaikkan ke atas kapal untuk dikirim ke Sulsel ( Sulawesi Selatan .

Kami langsung mengamankan mobil pick up termasuk muatannya ke Kantor Polsek KSKP," ujarnya.

Menurut Rianto, perkara tersebut termasuk pelanggaran kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

"36 lembar karpet sudah kami serahkan ke Kantor Bea Cukai Nunukan untuk diproses lebih lanjut," ungkapnya.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

 

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved