Berita Tana Tidung Terkini

Cakupan Imunisasi Polio di Tana Tidung Belum Capai Target Nasional 95 Persen

Untuk mencapai target imunisasi polio, Dinkes Taana Tidung akan mengejar pelaksanaan imunisasi polio pada anak akhir Desember 2022.

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Hanna Juniar ungkap, cakupan imunisasi polio di Tana Tidung belum mencapai target nasional. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Dinas Kesehatan atau Dinkes Tana Tidung akui, cakupan imunisasi polio di Tana Tidung, Kalimantan Utara belum mencapai target nasional.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Hanna Juniar mengatakan, cakupan imunisasi polio secara oral baru mencapai 88 persen.

Sedangkan imunisasi polio secara injeksi di Tana Tidung, baru mencapai 65 persen.

Baca juga: Tak Ada Kasus Polio di Tana Tidung, Dinkes Minta Masyarakat Tetap Terapkan PHBS

"Tapi sebenarnya kalau target dari kementerian itu minimal 95 persen, jadi kami masih kurang dari target," ujar Hanna Juniar  kepada TribunKaltara.com, Senin (5/12/2022)

Sehingga, Dinkes Tana Tidung harus mengejar cakupan target polio tersebut hingga akhir Desember 2022 nanti.

Kendati demikian, Hanna Juniar mengatakan, Dinkes Tana Tidung talah melakukan imunisasi kejar.

Baca juga: Menjadi Perhatian Serius, Pemkab Bulungan Kejar Vaksinisasi Dasar Upaya Pencegahan Penyakit Polio

Hanna Juniar menyampaikan, cakupan imunisasi polio terendah berada di Kecamatan Sesayap.

Sementara data cakupan untuk kecamatan lainnya, rata-rata di atas 95 persen.

"Untuk wilayah Sesayap Hilir semua sudah tercover, jadi cakupannya sudah bagus di sana untuk yang polio. Nah yang kurang itu seperti di Tideng Pale (Kecamatan Sesayap)" katanya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung, Hanna Juniar. 
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung, Hanna Juniar.  (TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI)

Hanna Juniar mengatakan, cakupan rendah di Kecamatan Sesayap ini lantaran, Dinkes Tana Tidung sempat kekosongan stok vaksin polio selama satu bulan.

"Tapi sekarang kami sudah dapat dropping begitu," terangnya.

Kendala lainnya adalah, layanan imunisasi polio hanya dilakukan di Puskesmas saja. Padahal harusnya, imunisasi polio juga harus dilaksanakan di Posyandu.

Baca juga: PMI Tarakan Terpilih Bantu Dinkes Sukseskan Vaksinasi Polio, Diharapkan Bisa Tekan Angka Stunting

Meski demikian, Dinkes Tana Tidung telah menindak lanjuti hal tersebut, dengan melakukan pelayanan di setiap Posyandu.

"Sebenarnya imunisasi dilakukan di Posyandu, tapi alasannya beberapa bulan lalu itu kan Covid-19 agak meningkat.

Jadi mereka pelayanannya di dalam gedung, makanya capaiannya rendah. Tapi kami sudah ngepush," pungkasnya.

(*)

Penulis: Risnawati

 

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved