Berita Malinau Terkini

Pelajaran Kejadian Viral Sepekan Lalu di Malinau, Polisi Ingatkan Periksa Kebenaran Informasi

Sebelum memosting sesuatu harus memeriksa kebenarannya, pelajaran kejadian viral sepekan lalu di Malinau, polisi ingatkan periksa kebenaran informasi.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Kasat Reskrim Polres Malinau, Iptu Wisnu Bramantio saat ditemui di Mapolres Malinau, Provinsi Kalimantan Utara beberapa hari lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum disebarluaskan menjadi pelajaran atas kejadian Video Viral di Malinau, Kalimantan Utara sepekan lalu.

Meskipun kasus tersebut telah berakhir melalui kesepakatan damai, Polres Malinau mengingatkan masyarakat untuk teliti terhadap informasi yang bersangkutan dengan kepentingan publik.

Kasat Reskrim Polres Malinau, Iptu Wisnu Bramantio mengingatkan terkait pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum disebarluaskan.

Belajar dari menyebarnya video klaim ikan mengandung zat berbahaya di Malinau yang sempat viral sepekan lalu.

Baca juga: Kontribusi Perekonomian Malinau di Tahun 2022 Masih Didominasi Sektor Pertambangan dan Galian

Klarifikasi tersebarnya video soal tudingan ikan mengandung bahan berbahaya yang sempat viral sepekan lalu melalui Jumpa Pers Polres Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (5/12/2022).
Klarifikasi tersebarnya video soal tudingan ikan mengandung bahan berbahaya yang sempat viral sepekan lalu melalui Jumpa Pers Polres Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (5/12/2022). (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI)

"Penting verifikasi, memeriksa kebenaran informasi sebelum disebarluaskan, utamanya terkait hal-hal yang berpotensi terhadap kesejahteraan orang banyak. Belajar dari kasus kemarin," ujarnya, Selasa (6/12/2022).

Diberitakan sebelumnya, penjual ikan di Pasar Minan atau Pasar Pelangi telah sepakat mencabut aduan pencemaran nama baik yang dilakukan perekam video.

Dengan syarat harus membuat video klarifikasi kepada publik bahwa video yang menuding ikan mengandung zat berbahaya tersebut tidak benar.

Wisnu Bramantio menjelaskan, perkara ini tak hanya bersinggungan dengan hak keperdataan penjual selaku pihak yang dirugikan.

Perbuatan pelaku dapat berpotensi pidana karena berdampak terhadap masyarakat luas.

Baca juga: Tiga Bantuan Sosial Tahap II 2022 di Malinau Diberikan Bersamaan, Ada KPM yang Dapat Rp 900 Ribu

"Perlu diuji dulu kebenarannya sebelum share, apalagi yang menimbulkan keresahan pada masyarakat.

Menyebarkan informasi yang tidak benar ada pidananya. Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Ancamannya 6 tahun. Jadi ini pelajaran, verifikasi dan periksa kebenaran informasi," katanya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved