Berita Daerah Terkini

Misteri Penemuan Jasad Perempuan Paruh Baya di TPA Bukit Pinang Samarinda Terungkap, Korban Dibunuh!

Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Mulutnya tersumbat kain dengan sejumlah luka bekas penganiayaan di tubuhnya. diduga pelaku diamankan

TRIBUNKALTARA.COM / RITA LAVENIA
Proses evakuasi jasad HS yang ditemukan di TPA Bukit Pinang Samarinda oleh tim gabungan. 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA - Dua minggu lebih dilakukan penyelidikan dan penyidikan, akhirnya tim gabungan dari Polsek Samarinda Ulu dan Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda berhasil mengungkap misteri kematian Hasanah (52), yang jasadnya ditemukan di antara tumpukan sampah tempat pembuangan akhir atau TPA Bukit Pinang Samarinda.

Hasanah merupakan seorang perempuan pencari barang bekas yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tak wajar di TPA Jalan Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu tersebut pada Pukul 09.00 Wita, Kamis (29/12/2022) lalu.

Kala itu jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Mulutnya tersumbat kain dengan sejumlah luka bekas penganiayaan di tubuhnya.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menjelaskan dari hasil pemeriksaan dokter forensik, ditemukan 7 luka penganiayaan dengan senjata tajam (sajam) di tubuh perempuan paruh baya tersebut.

Baca juga: Diamankan di Pelabuhan Kendari, Terduga Pembunuh Wanita di TPA Bukit Pinang Samarinda Tertangkap

Mustabi pelaku pembunuhan terhadap Hasanah saat diamankan di Mapolresta Samarinda.
Mustabi pelaku pembunuhan terhadap Hasanah saat diamankan di Mapolresta Samarinda. (TRIBUNKALTARA.COM / RITA LAVENIA)

Setelah melakukan serangkaian upaya lidik dan sidik, akhirnya jajaran Polresta Samarinda berhasil menemukan tersangka pembunuhan terhadap pemulung tersebut.

Polisi membeberkan identitas pelaku bernama Mustabi alias Latabi (26) yang merupakan rekan seprofesi korban.

Kombes Pol Ary Fadli menuturkan bahwa pelaku berhasil diamankan di Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (12/1/2023) pagi saat hendak melarikan diri.

"Dia (Mustabi) hendak melarikan diri ke Bau-Bau (kepulauan Buton) menggunakan kapal laut," jelasnya.

Terkait motif, dikatakan Kombes Pol Ary Fadli bahwa pelaku merasa tersinggung terhadap ucapan korban yang kala itu dijadikan teman curhat terkait masalah rumah tangga yang tengah dihadapinya.

Kadung sakit hati karena ucapan korban yang dianggapnya semakin menyudutkannya, Mustabi pun mencari cara untuk mencelakai korban dengan berpura-pura mengajak mencari barang bekas.

Saat berada cukup jauh dari rekanan pemulung lain, Mustabi pun langsung mendorong dan menusuk korban dengan sajam jenis pisau yang biasa ia gunakan untuk mencari barang bekas.

"Di saat itu korban mencoba untuk berteriak. Oleh sebab itu pelaku menyumpal mulutnya dengan jilbab yang digunakan korban," bebernya.

Baca juga: Diduga jadi Korban Tindak Kriminal, Polisi Autopsi Jasad Pemulung di TPA Bukit Pinang Samarinda

Tidak sampai di situ, sebelum berlalu pelaku masih sempat menjarah barang berharga berupa handphone milik korban.

"Sehari setelahnya dia melarikan diri menggunakan uang hasil menjual handphone korban dan meminjam uang temannya," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved