Liga Italia

Paulo Dybala Makin Klop di AS Roma, Keputusannya Tinggalkan Juventus Dianggap Sudah Tepat

Bergabung dengan status bebas transfer dari Juventus, Paulo Dybala jadi pemain fundamental bagi AS Roma di Liga Italia Serie A.

asroma.com
Selebrasi Paulo Dybala setelah mencetak gol untuk AS Roma dalam pertandingan Liga Italia kontra Fiorentina pada Senin (16/1/2023) di Stadio Olimpico. Pemain asal Argentina itu makin klop dengan Giallorossi. Keputusannya cabut dari Juventus dianggap sudah tepat. 

TRIBUNKALTARA.COM - Paulo Dybala semakin klop di AS Roma, keputusannya tinggalkan Juventus dianggap sudah tepat.

Bergabung dengan status bebas transfer pada musim panas lalu, Paulo Dybala menjelma sebagai pemain fundamental bagi AS Roma.

Tercatat, Paulo Dybala mampu mendulang sepuluh gol dan 3 assist dari 16 pertandingan AS Roma di semua ajang.

Kendati sempat melewatkan delapan pertandingan karena cedera, kehadiran Paulo Dybala di tengah skuad Giallorossi tetap memberi dampak signifikan.

Terbukti setelah jeda Piala Dunia 2022, Paulo Dybala berhasil mengemas satu assist dan dua gol untuk AS Roma.

Dua gol itu diperolehnya dalam pertandingan melawan Fiorentina dalam lanjutan Liga Italia Serie A pada Senin (16/1/2023) WIB.

La Joya julukan Paulo Dybala membuka keran gol untuk Giallorossi pada menit ke-40.

Pemain asal Argentina itu kembali mengubah papan skor menjadi 2-0 untuk AS Roma pada menit ke-82.

Paulo Dybala Tammy Abraham
Selebrasi Paulo Dybala dan Tammy Abraham dalam pertandingan AS Roma vs Fiorentina di Liga Italia pada Senin (16/1/2023).

Baca juga: AS Roma Tutup Perekrutan Pemain di Bursa Liga Italia, Mourinho Putar Otak Tentukan Starting XI

Lagi-lagi, gol yang dicetak Paulo Dybala berasal dari umpan assist Tammy Abraham.

Mantan pemain Juventus itu juga didapuk menjadi man of the match dalam pertandingan tersebut.

Berkat penampilannya, AS Roma kian mendekati papan atas klasemen Liga Italia dengan menghuni urutan ke-7.

Moncernya Paulo Dybala bersama AS Roma menuai pujian dari mantan rekan setimnya di Juventus, Andrea Barzagli.

Dilansir TribunKaltara dari Football Italia, mantan bek Juventus itu menilai keputusan Paulo Dybala meninggalkan Bianconeri sudah tepat.

Seperti diketahui, Paulo Dybala mengakhiri kerja samanya dengan Juventus setelah tujuh tahun berkostum putih hitam.

Baca juga: Alasan AS Roma Tak Ingin Buru-buru Tawarkan Zaniolo Kontrak Baru, Ada Peran Mourinho

Hengkang dengan status bebas transfer, dia kemudian meneken kontrak bedurasi tiga tahun bersama AS Roma.

"Dybala melakukannya dengan baik untuk meninggalkan Juventus, dia telah diregenerasi," kata Andrea Barzagli.

Sentimen itu tampaknya dimiliki oleh banyak penggemar Juventus, yang kecewa lantaran enggan menawarkan kontrak baru kepada Paulo Dybala.

AS Roma Tutup Perekrutan Pemain di Bursa Liga Italia, Mourinho Putar Otak Tentukan Starting XI

AS Roma menutup pintu perekrutan pemain di bursa transfer Liga Italia, Jose Mourinho dipaksa putar otak menentukan susunan skuadnya.

Saat ini Jose Mourinho tengah berjuang menaikkan posisi AS Roma di klasemen sementara Liga Italia.

Dengan koleksi 34 poin, AS Roma menduduki tangga ke-7 klasemen Liga Italia.

Paulo Dybala cs tertinggal dari Napoli yang berada di puncak klasemen dengan 47 angka.

Baca juga: Dibalik Kemenangan AS Roma atas Genoa, Zaniolo Robek Jersey saat Jeda Babak Pertama, Kenapa?

Dengan posisi tersebut, Jose Mourinho merasa mengalami masa-masa suram.

Dari segi prestasi, AS Roma memang bisa dikatakan tak terlalu mengalami rentetan nasib apes.

Namun, Jose Mourinho mesti memutar otak cukup keras saat menentukan starting eleven AS Roma.

Hal itu disebabkan tipisnya stok pemain di kubu tim Ibu Kota Italia tersebut.

Kualitas antar-pemain inti dan cadangan masih terdapat jarak yang cukup jauh.

Untuk itu, Mourinho tak bisa sembarangan dalam memilih skuad setiap pekannya.

Gelandang serang AS Roma, Nicolo Zaniolo - I Lupi dilaporkan resmi mengajukan banding ke UEFA agar pemain andalan Jose Mourinho itu bisa tampil melawan Ludogorets di laga penentu Liga Europa.
Gelandang serang AS Roma, Nicolo Zaniolo - I Lupi dilaporkan resmi mengajukan banding ke UEFA agar pemain andalan Jose Mourinho itu bisa tampil melawan Ludogorets di laga penentu Liga Europa. (asroma.com)

Baca juga: AS Roma Enggan Gegabah Perpanjang Kontrak Nicolo Zaniolo, Jose Mourinho Perlu Bukti dari Sang Pemain

Apesnya lagi, AS Roma sepertinya juga tak akan menambah pemain di bursa transfer kali ini.

Kondisi keuangan klub yang pas-pasan membuat opsi penambahan pemain menjadi kurang memungkinkan.

Jose Mourinho sudah mendapat kepastian soal tidak adanya aktifitas klub di bursa musim dingin kali ini.

Pelatih asal Portugal itu sejatinya menyayangkan keputusan klub tak menambah pemain.

Namun, ia juga menyadari klub memiliki sumber daya yang terbatas untuk menuruti kemauannya sebagai pelatih.

"Saya tidak berharap seseorang (pemain) akan datang. Sang Direktur berbicara apa adanya kepada saya tentang hal yang barangkali kurang menyenangkan," ujar Mourinho dikutip dari laman Football Italia.

"Pelatih selalu ingin mendengar kami punya banyak uang, bisa membeli pemain a b c d dan membangun tim yang luar biasa."

"Namun itu bukanlah kami," lanjutnya.

Baca juga: Senyum Lebar Pioli Berubah Getir, AC Milan Terlalu Percaya Diri Bisa Lolos dari AS Roma

Di tengah situasi sulit AS Roma, Mourinho sedikit menyentil ulah Chelsea di bursa transfer.

Tentu saja yang dimaksud pelatih berjuluk The Special One itu adalah saat Chelsea memboyong Mykhailo Mudryk dari Shakhtar Donetsk.

Sebagaimana diketahui, Chelsea memboyong Mudryk dengan mahar 100 juta Euro.

Mourinho memandang AS Roma tak akan melakukan hal tersebut di bursa transfer.

Kondisi keuangan tim tak akan mendukung niatan Mou memboyong pemain dengan mahar terlalu mahal.

Untuk itu, ia perlu memanfaatkan para pemain yang ada guna mendongkrak performa tim.

"Kami perlu mencari solusi lain," ungkap Jose Mourinho.

"Kami tidak bisa langsung membeli Mudryk dengan harga 100 juta Euro," sambungnya.

Baca juga: Dibalik Kemenangan AS Roma atas Genoa, Zaniolo Robek Jersey saat Jeda Babak Pertama, Kenapa?

Barangkali, Mou lebih realistis untuk mengejar batas akhir tiket otomatis ke Liga Champions.

Dengan kata lain, mengakhiri musim di posisi empat besar menjadi tujuan yang masih bisa diwujudkan Serigala Ibu Kota.

Pasalnya, mereka hanya terpaut tiga angka saja dari posisi empat.

Inter Milan yang berada di posisi empat mesti waspada dengan potensi ancaman yang dimiliki AS Roma.

(*)

Berita tentang Liga Italia

Join Grup Telegram Tribun Kaltara untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltaracomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

TikTok officialtribunkaltara

Follow Helo TribunKaltara.com

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved