Berita Tarakan Terkini

Begini Reaksi Masyarakat Jika Cinema XXI di Tarakan Harus Hengkang dari GTM, Adanya Masalah Somasi

Akbar, salah satu penikmat film di Tarakan mengaku, sangat menyangkan, apabila Cinema XXI harus keluar dari GTM, akibat adanya permasalahan somasi.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Krisna, Warga Tarakan, Penikmat Film dan Anggota Komunitas Grup WA Tukang Nonton. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kurang lebih baru satu bulan lamanya Cinema XXI masuk ke Grand Tarakan Mall atau GTM, namun kini mendapat somasi dari kuasa hukum Tim Kurator PT Gusher Tarakan (dalam pailit) untuk segera mengosongkan lantai empat.

Alasan pihak kuasa hukum curator, tak ada perizinan secara resmi kepada pihak curator yang sudah ditunjuk Pengadilan Niaga pada PN Surabaya sebagai pihak yang memiliki kewenangan, kekuasaan untuk mengawasi dan mengurus harta benda atau aset PT Gusher Tarakan yang sudah dinyatakan pailit berdasarkan putusan PKPU danputusan Pailit Pengadilan Niaga serta putusan Kasasi dan putusan Peninjauan Kembali oleh Mahkamah Agung (MA).

Pada Senin (23/1/2023) kemarin, menjadi hari terakhir kesempatan yang diberikan Tim Kurator PT Gusher Tarakan (dalam pailit) melalui kuasa hukumnya agar GTM yang kini menjadi kewenangan Tim Kurator untuk dikosongkan para tenant di GTM. Lewat dari itu, maka kuasa hukum Tim Kurator PT Gusher Tarakan (dalam pailit) bakal membuat gugatan kepada mereka.

Baca juga: Hari Ini Terakhir Deadline Pengosongan GTM Tarakan, Kuasa Hukum Pengelola Ajukan Pembatalan Pailit

Beragam komentar datang dari masyarakat terutama dari Komunitas WhatsApp Group Penikmat Film yang mayoritas berdomisili di Kalimantan Utara dan Tarakan.

Kepada TribunKaltara.com, Krisna, salah seorang warga Tarakan sekaligus penikmat dan pecinta film, sangat menyangkan jika Cinema XXI harus angkat kaki dari Grand Tarakan Mall.

Menurutnya kebaradaan Cinema XXI di Tarakan sangat berdampak baik. Ia menceritakan pengalaman teman-temannya sesama penikmat film lokal dan luar negeri, untuk meng-update film terbaru yang tayang di bioskop, harus terbang ke kota yang dibangun Cinema XXI.

Baca juga: Pemkot Tarakan tak Bisa Campuri Internal Pengelola GTM dan Kurator, Khairul Sarankan Duduk Bersama

Itu karena Cinema XXI baru diresmikan 22 Desember 2022 lalu. Sehingga sebelum itu, setiap mereka ingin menonton, rela merogoh kantong lebih banyak bahkan harus terbang menggunakan pesawat untuk bisa menyaksikan tayangnan film terbaru di bioskop.

“Saya sering ketemu teman-teman bela-belain ke kota lain hanya nonton film itu. Kalau posisi berangkat ke Surabaya, Jakarta itu banyak, tapi terdekat di Balikpapan. Kalau udah suka film, biasanya tahu teknologi yang dipakai. Kalau di sini mash deluxe yang biasa, ada di atas lagi,” ujar Krisna.

Diakuinya sebelum Cinema XXI masuk, penikmat film rerata harus berangkat bahkan harga tiket masuk bioskop lebih murah dibandingkan biaya keberangkatan.

Krisna, Warga Tarakan, Penikmat Film dan Anggota Komunitas Grup WA Tukang Nonton.
Krisna, Warga Tarakan, Penikmat Film dan Anggota Komunitas Grup WA Tukang Nonton. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

“Lebih mahal harga tiketnya, bener. Tapi namanya kesukaan, tapia da juga dibarengi karena ada kerjaan atau kegiatan, tapia da juga benar-benar hanya untuk menonton film, terutama film yang memang pasti akan menggaet penonton banyak,” ujarnya.

Persoalan ini melibatkan Cinema XXI dan dua pihak, yakni Pengelola GTM dan Tim Kurator PT Gusher Tarakan (dalam pailit) tak ingin ditanggapinya lebih jauh karena krisna merasa tak berhak berkomentar.

Namun jika berkaitan keberadaan Cinema XXI, ia meyakini tidak hanya dirinya melainkan semua pasti menyayangkan jika sampai Cinema XXI tidak ada di Tarakan.

Baca juga: Turut Disomasi, Begini Tanggapan Manajemen Cinema XXI, Lengkap Penjelasan Kuasa Hukum Pengelola GTM

“Semuanya tertolong dengan hiburan bioskop. Ini aja komunitas dibuat supaya bioskop ke depan bukan hilang tapi berkembang,di kota lain studionya bukan empat tapi ada satu studio di Kelapa Gading ada 13 studio, semoga dimungkinkan di GTM dibuka studio seperti di kota besar,” ungkapnya.

Sehingga ia berharap besar agar bioskop tak ditutup karena keberadaan empat studio di lantai empat juga sangat membantu warga yang haus akan hiburan.

“Sangat membantu pecinta film, bisa update film baru,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved