Berita Nasional Terkini

Hetifah Terima Perangkat Desa Asal Kaltim di DPR RI, Siap Perjuangkan Aspirasi Lewat Fraksi Golkar

Sebanyak 44.225 orang perangkat desa dari 22 provinsi di Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia melakukan aksi demo di DPR.

Editor: Sumarsono
HO
Anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian menerima perwakilan perangkat desa asal Kalimantan Timur di sela-sela melakukan aksi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2023). 

TRIBUNKALTARA.COM - Sebanyak 44.225 orang perangkat desa dari 22 provinsi di Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia ( PPDI ) melakukan aksi demo di DPR RI, Rabu (25/1/2023).

Termasuk 10 orang perwakilan PPDI Kaltim yang turut hadir mengadukan nasibnya.

Rodi, Ketua PPDI Provinsi Kaltim menyampaikan kondisi rekan-rekan PPDI kepada Hetifah Sjaifudian sebagai wakil rakyat dari Dapil Kalimantan Timur ( Kaltim ) ini.

"Kami sejak Senin sudah di DPR, tepatnya pada RDPU di Komisi 2.

Saya membawa 10 orang perwakilan PPDI dari Paser, Kukar, dan Kutim ingin mengadu kepada orangtua kami di DPR yaitu Ibu Hetifah Sjaifudian," ujarnya.

Lebih lanjut, Rodi juga menyampaikan kegelisahan serta harapan terkait status dan kesejahteraan perangkat desa.

Baca juga: Refleksi Akhir Tahun Hetifah, Anggota DPR RI Dapil Kaltim: Mengemban 4 Amanah dan Aktif Berbagi Ilmu

"Sebagai perangkat desa, kami seringkali bekerja 24 jam untuk melayani masyarakat namun negara belum mengakui status kami.

Selain itu, posisi kami juga rentan tergantung pergantian Kepala Desa karena kami berdasarkan SK Kepala Desa," tambahnya.

Lebih lanjut, perwakilan perangkat desa Kaltim berharap agar klausul 'perangkat desa' masuk dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) yang membatasi definisi ASN sebagai PNS dan PPPK.

Mereka juga berharap agar penetapan perangkat desa selanjutnya menjadi wewenang SK Bupati dan bukan SK Kepala Desa.

Baca juga: Masa Jabatan Puluhan Kepala Desa di Malinau Berakhir Tahun Ini, Pilkades 2023 Mulai Dibahas

Selain itu, mereka juga mengusulkan sebuah UU baru terkait perangkat desa.

Hetifah Sjaifudian yang sudah 3 periode menjadi wakil rakyat Kaltim di Senayan menyampaikan empatinya.

"Dalam periode saya di Komisi II, saya turut membuat UU Desa yang memperkuat  desentralisasi pemerintahan ke pemerintah desa, dengan disertai adanya devolusi fiskal, dalam wujud dana desa.

Adanya dana desa ini, terbukti dari berbagai penelitian akademik telah menunjukkan kontribusinya untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia, meningkatnya pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi angka kemiskinan.

Kini, dalam kedudukan sebagai pimpinan Komisi X, saya juga terus  memperjuangkan program pariwisata desa dan beasiswa bagi anak desa untuk terus ditingkatkan.

Jadi terkait aspirasi para perangkat desa ini, saya sangat memahami dan berempati terhadap nasib maupun kesejahteraan perangkat desa," ujarnya.

Baca juga: Bupati Ibrahim Ali Minta Kepala Desa di Tana Tidung Lebih Kreatif Tingkatkan PAD Desa

Karenanya Hetifah menyatakan dukungannya atas aspirasi perangkat desa Kaltim bisa diwujudkan melalui perubahan perundangan atau peraturan lainnya yang relevan.

"Terkait kesejahteraan, kepastian status, serta kerentanan karir, saya memahami bahwa peraturan yang ada memang belum mengakomodir harapan rekan-rekan PPDI.

Kami dari Fraksi Golkar akan melakukan yang terbaik, menyampaikan amanah, serta ikut memperjuangkan agar ada regulasi yang lebih baik," tandasnya. (*)

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved