Opini

Membangun Ekonomi Doubel Gardan

Satu abad terakhir, logika ekonomi memberi perhatian lebih pada aspek permintaan. Alasannya, jika pemintaan meningkat maka ekonomi akan bekerja.

Editor: Sumarsono
HO
DR Margiyono, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan 

Oleh: Dr Margiyono, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan

TRIBUNKALTARA.COM - Seringkali, kita dihadapkan pada realitas mengapa  harga naik-turun?.

Fenomena ini lebih dipengaruhi oleh pola permintaan dan penawaran di pasar. Kedua variabel itu adalah sumber penentu kegiatan ekonomi.

Satu abad terakhir, logika ekonomi memberi perhatian lebih pada aspek permintaan (demand). Alasannya, jika pemintaan meningkat maka ekonomi akan bekerja.

Sisi lemahnya adalah kurang waspada dari mana sumber supply-nya.

Padahal dalam konteks pembangunan ekonomi suatu negara, mendorong permintaan atau konsumsi itu memang penting.

Namun tidak bisa mengabaikan sisi penawaran atau produksi. Karena peningkatan produksi akan memicu bekerjanya faktor produksi, termasuk tenaga kerja.

Tulisan ini akan membahas keterkaitan permintaan (konsumsi) dan penawaran (produksi) dalam stabilitas ekonomi.

Tujuannya adalah,  jangan sampai konsumsi yang tinggi tidak diikuti oleh kenaikan produksi.

Baca juga: Komoditas Berikut Turut Sumbang Rendahnya Tekanan Inflasi di Tarakan dan Kaltara

Karena dijejali oleh produk impor.

Jika ini terjadi maka konsumsi yang tinggi hanya akan menjadi ancaman melemahnya ketahanan ekonomi masa depan.

Memaknai Keyakinan Konsumen

Pengarusutamaan konsumsi pada kinerja ekonomi ini merujuk pada teori Jhon Maynard Keynes (1936).

Tolak ukurnya adalah selama masih ada konsumsi maka produksi akan terus mengikuti.

Halaman
1234
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved