Pemindahan IKN

Pemenuhan Air Baku di IKN Nusantara Melalui Bendungan Sepaku-Semoi

Memenuhi kebutuhan air baku di Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara dan sekitarnya, pemerintah membangun Bendungan Sepaku-Semoi dan Intake Sepaku.

Editor: Sumarsono
HO
Rektor Uniba Dr Isradi Zainal saat mengunjungi Bendungan Sepaku-Semoi di kawasan IKN Nusantara. 

Oleh: Dr Isradi Zainal, Rektor Universitas Balikpapan, Pemerhati IKN, Direktur Indeks Survei Indonesia

TRIBUNKALTARA.COM - DALAM upaya memenuhi kebutuhan air baku di Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara dan sekitarnya, pemerintah membangun Bendungan Sepaku-Semoi dan Intake Sepaku.

Dalam Peraturan Menteri PUPR nomor 27/PRT/M/2015 tentang Bendungan, disebutkan bendungan merupakan bangunan yang berupa urukan tanah, urukan batu, dan beton, yang dibangun selain untuk menahan dan menampung air, dapat pula dibangun untuk menahan dan menampung limbah tambang, atau menampung lumpur sehingga terbentuk waduk.

Sedangkan Intake merupakan suatu struktur yang dibangun pada sumber air, yaitu sungai, danau, atau waduk untuk mengarahkan air ke suatu kolam di dalamnya agar dapat diteruskan ke komponen lain dengan andal.

Pada Jumat, 17 Maret 2023 lalu, saya berkesempatan melihat dari dekat progres pembangunan bendungan dan intake tersebut bersama dengan sejumlah guru besar 'sumber daya air' yang diundang khusus oleh Dirjen Sumber Daya Air kementerian PUPR.

Kehadiran sejumlah Guru Besar dimaksudkan untuk  memberi masukan terkait pengembangan potensi  'sumber daya air' di IKN Nusantara.

Baca juga: Hanya untuk Proyek IKN? Harapan Warga Sepaku Kebagian Pasokan Air Baku dari Bendungan Sepaku Semoi

Ada yang menarik dari pembangunan bendungan ini yakni rencana penanaman minimal 5.000 pohon di kawasan bendungan yang dimaksudkan untuk tetap menjaga lingkungan di IKN Nusantara.

Bendungan Sepaku-Semoi dikerjakan oleh PT Brantas Apipraya- PT Sacna  dan PT BRP (KSO) dengan skema kontrak tahun hingga 2023 dengan biaya senilai Rp556 Miliar.

Bendungan Sepaku-Semoi ini diproyeksikan untuk menyuplai air baku sebesar 2500 liter per detik dimana 2000 liter per detik untuk IKN Nusantara dan 500 liter per detik untuk Balikpapan.

Bendungan tersebut merupakan bendungan tipe urugan tanah homogen dengan kapasitas tampung 10,6 juta m3 dan luas genangan 280 hektare.

Selain untuk penyedia air baku Bendungan Sepaku-Semoi dirancang untuk mereduksi banjir sebesar 55,26 sumber air irigasi untuk meningkatkan sektor pertanian serta potensi sebagai tujuan wisata baru.

Tahapan awal pengerjaan bendungan Sepaku Semoi. Bendungan ini untuk memenuhi kebutuhan air baku di IKN Nusantara.
Tahapan awal pengerjaan bendungan Sepaku Semoi. Bendungan ini untuk memenuhi kebutuhan air baku di IKN Nusantara. (TRIBUNKALTARA.COM / DWI ARDIANTO)

Kepala Balai wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Harya Muldianto mengungkapkan, progres pembangunan bendungan tersebut saat ini mencapai 86,56 persen dan ditargetkan dapat mulai di isi air (impounding) pada bukan Juni 2023.

Selain Bendungan Sepaku-Semoi, saat ini Kementerian PUPR sedang menyelesaikan Intake Sunga Sepaku yang berkapasitas 3000 liter/detik.

Intake Sungai Sepaku dibangun dengan konsep Bendung Gerak (Obermeyer) dan memiliki lebar bendung 117,2 meter dan tinggi bendung 2,3 meter.

Halaman
1234
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved