Liga Champions
5 Hal yang Perlu Diketahui jelang Derby Inter Milan vs AC Milan di Leg Kedua Semifinal UCL
Inter Milan hanya perlu hasil imbang untuk memastikan tempat di final Liga Champions. Sedangkan AC Milan harus kerja ekstra untuk tembus ke final.
Penulis: Titik Wahyuningsih | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALATARA.COM - Berikut ini lima hal yang perlu diketahui menjelang laga Inter Milan vs AC Milan di leg kedua babak semifinal Liga Champions.
Derby Euro Inter Milan vs AC Milan kembali digelar di Stadion Giuseppe Meazza pada Rabu (17/5/2023) pukul 02.00 WIB.
Pertandingan Inter Milan vs AC Milan ini akan menjadi penentu bagi kedua tim untuk melaju ke final Liga Champions.
Sebelumnya, Inter Milan telah meletakkan satu kaki ke final usai memenangkan laga kontra AC Milan.
Klub besutan Simone Inzaghi unggul agregat 0-2 atas skuad Rossoneri dalam Derby della Madonnina di Liga Champions.
Duo veteran, Edin Dzeko (8') dan Henrikh Mkhitaryan (11') menjadi pahlawan kemenangan Inter Milan atas rival sekotanya.
Baca juga: Inzaghi Lempar Kode Lukaku Starter saat Inter Milan vs AC Milan di Liga Champions
Pada leg kedua ini, Inter Milan hanya perlu hasil imbang untuk memastikan tempat di final Liga Champions.
Adapun AC Milan, skuad besutan Stefano Pioli harus bekerja ekstra untuk menjungkalkan Nerazzurri.
Kekalahan Rossoneri atas Inter Milan pekan lalu memang disebut karena absennya Rafael Leao.
Winger andalan AC Milan itu tumbang di laga kontra Lazio dan harus menepi di leg pertama.
Kini, pemain berkebangsaan Portugal itu disebut-sebut kembali ke starting XI racikan Stefano Pioli.
Pundit Giancarlo Rinaldi via Football Italia memberikan lima hal yang perlu diketahui jelang laga Inter Milan vs AC Milan:
No Leao, no party
Sudah menjadi rahasia umum, AC Milan mendadak jadi medioker tanpa bintangnya, Rafael Leao.
Dalam pertandingan semifinal Liga Champions pertama, Inter Milan mampu menekan mereka tanpa rasa takut akan serangan balik yang mematikan karena absennya pemain Portugal yang sangat berbakat.
Hal yang lebih mengecewakan adalah AC Milan terlihat sama ompongnya ketika melawan tim papan bawah Spezia, Sabtu (13/5/2023).
Pada laga tersebut, AC Milan hanya bisa mengumpulkan beberapa tembakan tepat sasaran karena pemain seperti Ante Rebic, Divock Origi dan Charles De Ketelaere gagal bersinar.
Big Rom cari kans tampil sebagai starter
Berbanding terbalik dengan AC Milan yang sedang bapuk-bapuknya, Inter Milan justru semakin ganas.
Klub besutan Simone Inzaghi itu kembali mereguk kemenangan saat menjamu Sassuolo di Liga Italia pekan ini.
Romelu Lukaku tampil meyakinkan dengan mencetak brace di laga tersebut.
Baca juga: Liga Champions Inter Milan vs AC Milan, Begini Kondisi Terkini Rafael Leao, Siap Tampil?
Penyerang milik Chelsea ini seakan sedang meyakinkan Simone Inzaghi agar dipilih sebagai starter di leg kedua semifinal UCL.
Dengan ketajaman Edin Dzeko di leg pertama dan Lautaro Martinez yang selalu siap bermain, baik sebagai starter atau dari bangku cadangan, Nerazzurri memiliki serangkaian senjata penyerang yang akan membuat rivalnya mereka kian terpojok.
Stefano Pioli tertekan
Setelah terjungkal di leg pertama, tagar #PioliOut kembali marak di media sosial. Apalagi, AC Milan kembali menelan kekalahan di Liga Italia saat menantang Spezia.
Stefano Pioli dan skuad Rossoneri bahkan harus berhadapan dengan para pendukungnya, Curva Sud di Stadion Alberto Picco.
Menurut Pioli, ultras yang kesal hanya ingin "mendorong" tim mereka untuk tampil lebih baik tetapi pengikut veteran Serie A akan tahu bahwa seringkali melibatkan nyanyian untuk memamerkan benda-benda berbentuk bola.
Baca juga: Kerap Dicadangkan Simone Inzaghi, Romelu Lukaku Bicara Soal Masa Depannya di Inter Milan
Inter Milan sulit ditembus
Sebelum laga kontra Sassuolo, Inte Milan sebenarnya memiliki catatan apik dengan satu kebobolan dari enam laga berturut-turut.
Torehan itu sedikit tercoreng ketika Sassuolo berhasil menyarangkan dua gol ke gawang Nerazzurri pada pekan ini.
Namun begitu, perlu diingat bahwa Simone Inzaghi merotasi Andre Onana dengan Samir Handanovic.
Kiper veteran asal Slovenia itu memang tidak difavoritkan sebagaimana Andre Onana.
Terlepas dari kesolidan lini belakang Inter Milan, semua pihak akan mengharapkan duel yang sengit di leg kedua nanti.
Kedalaman skuad
Pada musim ini, performa Inter Milan dicap memalukan dengan begitu banyaknya kekalahan di Liga Italia.
Tercatat, dari 35 laga sejauh ini, Nerazzurri sudah 11 kali kalah, 21 menang, dan tiga kali ditahan imbang.
Baca juga: AC Milan Krisis Kepercayaan Diri Usai Kalah di Liga Italia, Peluang Inter Milan Tembus Final UCL
Beruntung, Inter Milan konsisten tampil apik saat berjumpa rivalnya, AC Milan.
Kesenjangan itu terlihat pada pertengahan pekan ketika Inzaghi dapat meminta Marcelo Brozovic, Lukaku dan Stefan De Vrij untuk memperkuat timnya bersama dengan Roberto Gagliardini yang solid dan Joaquin Correa yang tidak konsisten namun berpotensi brilian.
Sedangkan AC Milan disebut memiliki pemain pengganti yang terbatas dengan Junior Messias, Malick Thiaw, Origi, Pierre Kalulu dan Tommaso Pobega diklaim lebih terbatas.
Pada akhir pekan, dengan kedua belah pihak memiliki satu mata di Eropa, "cadangan" Inter tampil jauh lebih baik daripada rekan-rekan mereka di Milan.
Jika Pioli berhasil mendalangi comeback dengan sumber daya yang dimilikinya, dia akan layak mendapat tempat di hall of fame klub.
(*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltara untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltaracomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com
Follow Twitter TribunKaltara.com
Follow Instagram tribun_kaltara
TikTok tribunkaltara.com
Follow Helo TribunKaltara.com
Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Duel-pemain-AC-Milan-vs-Inter-Milan-di-UCL.jpg)